by

Java Jazz Festival 2017, Panggung Musisi Jazz Dunia

-Music-180 views
IMG_20170302_125431
Pelopor Java Jazz Festival Peter F. Gontha (kanan) dan President Director Java Festival Production Dewi Gontha (kiri) berfoto bersama Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo (tengah) usai jumpa pers jelang BNI Java Jazz Festival di Jakarta, Rabu (1/3/2017). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Jakarta, UrbannewsID.| Java Festival Production kembali menunjukkan konsistensinya mempromosikan lndonesia ke mata dunia dengan menghadirkan kembali pertunjukan musik tanah air untuk ke-13 kalinya, bertajuk Jakarta Intemational Java Jazz Festival 2017. Bertempat di JlExpo Kemayoran Jakarta pada tanggal 3, 4 dan 5 Maret 2017, festival kelas dunia ini sudah menjadi bagian dari kalendar kegiatan tahunan di ibukota Jakarta dan juga pecinta musik dan Jazz di seluruh dunia.

Java Jazz Festival 2017 bukan sekedar panggung pertunjukan bagi para musisi beken seperti Sergio Mendes, produser dan penyanyi yang telah berkecimpung di dunia musik selama 5 dekade, atau Chick Corea si peraih 14 kali Grammy Awards dan Latin Grammy Awards yang akan tampil dengan format Chick Corea Elektric Band, serta peraih 10 kali Grammy Awards, Arturo Sandoval. Tapi, JJF juga menjadi panggung bagi talenta muda di seluruh dunia dan tanah air menunjukan kemampuannya yang tidak kalah hebatnya.

Menurut Peter F Gontha yang kini menjadi Dubes RI di Polandia, dan pendiri Java Jazz Festival yang telah menyerahkan tongkat estafet penyelenggaraan kepada putrinya, Dewi Gontha. Penyelenggaraan JJF adalah suatu cara memperkenalkan Indonesia lewat musik. Ada sebuah kolaborasi unik ditampilkan untuk saling berbagi ilmu antara mereka yang berbakat dengan musisi sarat pengalaman. “Saya hanya ingin menunjukan bahwa Indonesia memiliki segudang talenta musisi berbakat dan hebat, khususnya musik jazz, di skena musik dunia,” ujar Peter, saat menyempatkan hadir di preskon JJF 2017 di Hotel Borobudur, Rabu (1/3) sore).

Maka, tidak heran Java Jazz Festival menjadi sebuah wadah kolaborasi untuk musisi yang akan tampil. Memadukan musisi asing dan musisi Indonesia dalam satu panggung sudah menjadi sajian wajib di festival akbar ini. Selain kolaborasi, banyak pula musisi berlomba-lomba untuk menghadirkan proyek istimewanya untuk di nikmati penonton yang hadir nantinya. Seperti yang akan dilakukan oleh Dwiki Dharmawan yang akan memboyong dua sahabatnya, yaitu Boris Savoldelli dan Leonardo Pavkovic serta menggandeng seorang vokalis asal Italia yang menyumbangkan suara di album “Pasar Klewer”.

Selama tiga hari, JJF tahun ini menyediakan 14 panggung dan 4 diantaranya merupakan panggung outdoor akan diisi secara bergantian lewat aksi para musisi. Untuk pertama kalinya pula JJF 2017 tidak akan ada special show. Jadi penonton yang hadir bisa menyaksikan semua penampil tanpa terkecuali, dengan membeli tiket daily pass atapun 3 day pass. “Tujuan menghilangkan special show karena banyak masukan dari penggemar Java Jazz, yaitu kalau tiketnya mahal enggak bisa nonton. Jadi setelah 12 tahun digelar, untuk tahun ke-13 ini kami membuka kesempatan untuk para penikmat musik bisa menonton semua penampilan,” ungkap Dewi Gontha, President Director Java Festival Production.|Edo (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed