Jakarta Melayu Festival 2023, Kembali Merekonstruksi Sejarah Melalui Musikal

Music377 Dilihat

Urbannews | Hasil karya manusia salah satunya adalah karya seni musik. Musik bukan hanya lantunan nada ataupun suara yang dinikmati indra pendengaran manusia, musik dapat dilihat dan dimaknai sebagai sesuatu yang lebih mendalam.

Menggunakan teori analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yang membagi klasifikasi tanah berdasarkan ground, object, interpretant, diperoleh hasil bahwa perkembangan zaman dapat merubah segala sesuatu yang otentik menjadi hal yang dapat dijadikan industri hingga menarik kaum kapitalis untuk meraup banyak keuntungan.

Pengaruh positif kajian diatas adalah musik melayu malah sudah mendunia ketika sebelumnya musik melayu hanya dikenal di sekitaran Indonesia. Meskipun tak dapat dipungkiri, musik melayu saat ini sudah terpengaruh oleh budaya asing daripada budaya aslinya karena perkembangan zaman dan perpindahan generasi serta modernisasi.

Jakarta Melayu Festival (JMF) 2023 kembali digelar. Perhelatan musik melayu ini digelar pada 26 Agustus 2023, bertempat di Beach City International Stadium, Ancol ini, seperti sedang merekonstruksi sejarah melalui musik. Acara ini akan diisi oleh penampilan artis-artis ternama tanah air diantaranya; Erie Suzan, Ikke Nurjannah, Cici Paramida, Iyeth Bustami, lis Dahlia, Caca Handika, dan Seroja Band. Pargelaran ke 11 kalinya ini mengusung tema “Tabea Guru’.

Kate Tabea Guru’ adalah Bahasa Ternate yang artinya Menghormati. JMF 2023, Memuliakan guru, memuliakan masa depan. Gita Cinta production adalah komunitas yang setiap tahunnya fokus pada kelestarian musik melayu. Pada kesempatan kali ini, JMF 2023 ingin memberi apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru di semua lapisan di seluruh wilayah Indonesia. Karena cara sebuah bangsa mempertakukan guru adalah cermin sebuah bangsa memperlakukan masa depan.

Geisz Chalfah sebagai Produser pelaksana menyebutkan bahwa setiap tahun ajang ini bukan hanya sebagai bentuk konsistensi pelestarian budaya melayu, tapi juga sebagai wadah memuliakan setiap tapisan. “Bila tahun lalu kita berterima kasih kepada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan masyarakat saat pandemi berlangsung, kali ini kita ingin berterima kasih kepada guru yang telah menjadi garda terdepan dalam peradaban.” tambah Geisz di Jakarta, Minggu (20/8/2023).

Geisz Chalifah melanjutkan “Guru adalah orang tua kedua setelah ibu dan ayah. Memuliakan guru adalah keadaban yang merupakan pelajaran dasar etika kehidupan.”

Konsep JMF 2023 kali ini juga kembali mengajak para penonton untuk mengenang lagu-lagu hits di era 90-an. Tentunya para pengisi acara nanti akan menyanyikan lagu-lagu hits mereka yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Seperti Terlena-Ikke Nurjannah, Wulan Merindu-Cici Paramida, Angka Satu-Caca Handika, Ditinggal kekasih — lis Dahlia, dan Sabda Cinta-lyeth Bustami ft Erie Suzan.

Acara ini terbuka untuk umum. Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan pargelaran JMF 2023 di Ancol, kali ini tidak dibebankan biaya masuk ke arena konser. Nantinya masyarakat juga dapat menikmati aneka makanan khas melayu yang ada di booth di arena kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *