Jakarta Melayu Festival 2022; Merawat Budaya, Lestarikan Tradisi Terima Kasih

Music298 Dilihat

Urbannews| Jakarta Melayu Festival (JMF) kembali di gelar untuk kesepuluh kalinya tahun ini. Perhelatan merawat budaya dan lestarikan tradisi budaya melayu ini, akan digelar di Beach City Entertainment Center – Taman impian Jaya Ancol, tepat pada hari kemerdekaan Indonesia ke-77 yaitu tanggal 17 Agustus 2022 dari sore sampai selesai.

JMF yang digulirkan setiap tahunnya sejak tahun 2012. Geisz Chalifah dari Gita Cinta Production sebagai penyelenggara acara mengatakan, dalam rangka mengisi dan memaknai bulan kemerdekaan, ajang JMF diselenggarakan secara gratis bagi seluruh masyarakat yang mengunjungi Ancol pada 17 Agustus 2022.

Selain menikmati tembang musik melayu, pengunjung dapat menikmati makanan tradisional melayu sembari menikmati keindahan Pantai Ancol hingga malam hari. Dan, Geisz Chalifah tetap mengingatkan bahwa penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan dilokasi kegiatan.

Para artis dan seniman yang dijadwalkan tampil di antaranya Erie Suzan, Mustafa Balasyik, Sulis Zehra, Shena Malsiana, Nong Niken, Kiki Ameera, Shreya Maya, Darmansyah, Takaeda, Alfin Habib, Seroja Band, dan diiringi Anwar Fauzi Orkestra. Sementara, MC acara dipercayakan kepada Olvah Alhamid.

“Kegiatan JMF bukan sekedar perhelatan konser musik biasa tapi gerakan untuk mengenalkan budaya melayu sekaligus juga kami ingin memperlihatkan kepada semua orang, kita konsisten untuk mengangkat budaya melayu akar budaya tradisional Indonesia,” kata Produser JMF 2022, Geisz Chalifah pada pers di Resto Ombak Laut, Ancol, Jakarta Utara, Senin (8/8/2022).

Setelah dua tahun dihajar pandemi Covid-19 yang membatasi ruang’ gerak. JMF 2022 kali ini mengusung tema Teurimong Geunaseh, diambil dari bahasa Aceh yang berarti terima kasih. Melalui tema ini, JMF ingin memberi apresiasi kepada garda terdepan penanganan Covid-19 yang berjasa khususnya di Jakarta, dan Indonesia umumnya.

Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada sejumlah perwakilan di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Jaya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia DKI Jakarta, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia DKI Jakarta, supir ambulance gawat darurat, petugas pemulasaran jenazah, dan petugas pemakaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *