by

Halal Lifestyle Expo & Conference Akan Digelar Oktober Mendatang!

-On Stage-19 views

image

Jakarta, IrbannewsID. | Tren sejumlah negara tak hanya yang mayoritas penduduknya adalah muslim, kini saling berlomba untuk menarik devisa dengan menawarkan Pariwisata halal. Yakni, Pariwisata yang lebih ramah untuk kalangan muslim, mulai dengan menyediakan makanan yang terjamin kehalalannya, hingga fasilitas untuk menjalankan ibadah sehari-hari.

Ditengah persaingan global di sektor industri yang satu ini, Halal Lifestyle Center yang diidukung oleh Kementrian Perindustrian, Kementrian Pariwisata, Majelis Ulama Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, dan Ciputra Artpreneur untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, 6 – 8 Oktober 2016.

Ajang yang akan membuktikan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim tak sekedar bisa menjadi konsumen industri halal, tapi juga produsen. Ketua Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan bahwa beberapa negara di dunia masing-masing telah punya aktivitas terkait dengan industri halal yang secara rutin diselenggarakan tiap tahun. Bahkan negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.

“Dengan acara ini, diharapkan Indonesia juga akan menjadi salah satu negara yang tercatat jadi penyelenggara Halal Expo dan Conference Tahun 2017 dan 2018, dan semoga saja kita sudah masuk agenda global untuk bulan Oktober ini,” kata Sapta Nirwandar, Ketua Halal Lifestyle Center, saat dijumpai di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (28/9) sore.

IIHLEC yang menampilkan expo showcase produk halal konferensi untuk membahas tren global, dan kesempatan bisnis di industri halal hingga menampilkan seni dan budaya bernuansa religi yang dikemas dalam nuansa kolaborasi musik etnik dan modern. Secara keseluruhan expo akan mencakup 10 sektor yang menjadi bagian dari gaya hidup halal. Yakni, makanan, Pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni dan budaya.

Penyelenggaraan IIHLEC sebenarnya adalah juga sebagai bentuk kepedulian atas kurangnya informasi mengenai industri halal di Indonesia. Sebuah inisiatif untuk membentuk sistem dukungan untuk komunitas Muslim agar bisa mengakses dan mendapat pengetahuan tentang produk halal dan layanan dari pemerintah berdasarkan hukum Islam. Kegiatan ini juga akan menjadi pusat dari aktifitas dan informasi untuk komunitas Muslim belajar, menemukan dan diarahkan ke bisnis, produk dan layanan yang halal.

Rangkaian kegiatan IIHLEC 2016 diyakini bakal sangat menyenangkan. Karena di hari pertama akan diisi dengan konferensi yang mahasiswa tentang Halal Lifestyle. Global Trend and Bisnis Opportunity yang menampilkan pembicara para pakar di bidang industri halal. Konferensi yang menargetkan peserta para pelaku bisnis halal ini akan mengupas tuntas, bagaimana pertumbuhan industri halal adalah juga pertumbuhan segmen konsumen yang paling tinggi di dunia dan potensial menjadi sumber kemakmuran.

Selain sejumlah menteri dan ketua lembaga yang akan berbicara dalam konferensi ini akan hadir pula sejumlah pakar halal dunia di antaranya : Dr. James Noh (Halal Certificate & Consultancy Center at Korean Institude of Halal Industry) dan Dr. M Yanis Musdja (Ketua Yayasan Produk Halal Indonesia). Konferensi itu juga akan mengundang pembicara kehormatan, Winai Dahlan, pendiri dan direktur di Halal Science Center Chulalongkom University, Thailand. Winai Dahlan salah satu ilmuwan Islam berpengaruh di bidang sains dan teknologi adalah juga cucu dari pahlawan Nasional Ahmad Dahlan.

Selain itu IIHLEC juga akan diisi dengan berbagai penampilan baik di bidang fashion maupun seni budaya. Untuk fashion ada banyak perancang nasional yang akan tampil. Selain Dian Pelangi. Ada desainer Deden Siswanto, Si.Se.Sa, EL Hijab, Irna Mutiara. L Tru yang akan menampilkan kreasi desainnya. Akan ada pemutaran film Kalam-kalam Langit yang dibuat berdasar novel karya Pipiet Senja dan disutradarai oleh Tarmizi Abka. Sebelum pemutaran film, akan digelar diskusi bersama pemerannya, yakni Elyzia Mulachela, Dimas Seto, Mathias Muchus dan Ibnu Jamil.

Puncak dari penampilan bidang seni dan budaya adalah pameran instalasi dan sekolah Islamic Fashion Institude, Bandung dan konser musik bersama Dwiki Darmawan & Orchestra yang akan membawakan sejumlah aransemen musik bernuansa religi yang penuh inspirasi. Acara ini pun ditargetkan akan dihadiri sampai 9.000 pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed