by

Geliat Kedokteran Estetika Menunjang Health Tourism di Indonesia

20181208_093406-684x468
Foto (ki-ka): Ketua panitia penyelenggara ISWAM, Dr Teguh Tanuwidjaja, M. Biomed (AAM), dan Prof DR. Dr. Abdul Razak Thaha, MSc, SpGK, Ketua DPP PERDAWARI, dalam acara internasiona seminar dan workshop, Jumat (7/12) pagi di ICE BSD.

UrbannewsID Health | Tampil sehat, awet muda, bugar serta menarik, sudah menjadi keinginan kodrati setiap orang. Terlebih khusus, bagi kaum hawa tampil cantik adalah dambaannya. Persoalannya, saat ini untuk mendapatkan penampilan yang menarik dan sehat dihadapkan dengan ragam pilihan perawatan yang ditawarkan. Lantas timbul pertanyaan, metode atau cara mana yang tepat, dan kemana mereka melakukan perawatan bagus sebagai rujukan?

Pertanyaan tersebut, kerap muncul karena ketidak-tahuan atau minimnya informasi, bahwa urusan perawatan estetika oleh para ahli dibidangnya di tanah air. Seperti diketahui, rujukan untuk operasi dan diagnose kesehatan dengan peralatan yang cukup canggih, yaitu Singapura dan Malaysia. Lalu Korea Selatan mencuat namanya sebagai negara yang berhasil melakukan tindakan operasi estetik. Negara-negara ini, pada akhirnya sukses memajukan pariwisata pendatang devisa lewat bidang kesehatan.

Berkaca kepada keberhasilan negara-negara tersebut diatas. Indonesia sebenarnya tidak kalah dalam bidang kesehatan, yang berkaitan dengan kedokteran estetika, anti aging, wellness, dan regeneratif. Menurut Prof DR. Dr. Abdul Razak Thaha, MSc, SpGK, Ketua DPP PERDAWARI, yakni perhimpunan satu-satunya para dokter yang seminat di bidang anti penuaan, wellness, estetika, dan regeneratif, yang diakui IDI. Anggota yang terhimpun, lebih dari 1.000 dokter dari beragam ilmu.

Guna mencegah masyarakat melakukan perawatan kesehatan keluar negeri, membangun brand awareness, menggairahkan minat dokter kecantikan dan kesehatan dalam memajukan meningkatkan kualitas. Mulai hari ini, Jumat (7/12) di ICE BSD, PERDAWARI menggelar sebuah kegiatan menarik bertajuk ‘International Seminar Workshop Aesthetic Medicine (ISWAM)’, dan juga serangkaian Expo. Ketua panitia penyelenggara ISWAM, Dr Teguh Tanuwidjaja, M. Biomed (AAM), menuturkan, tidak kurang dihadiri 2.000 dokter dari dalam maupun luar negeri.

“ISWAM adalah seminar dan workshop bertaraf international yang diselenggarakan setahun sekali oleh PERDAWERI. Gelaran yang memasuki tahun ke-9 ini, terbilang penyelenggaraan seminar dan workshop terbesar se-Asia Pasifik dan ke-3 di dunia. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta pengetahuan dalam bidang anti aging-estetika, wellness, dan regretatif. Dengan kehadiran para ahli dibidangnya sebagai narasumber dari dalam negeri maupun mancanegara, ISWAM menjadi barometer dunia esterika,” pungkas Dr Teguh, Jumat (7/12) pagi di ICE BSD.

ISWAM (Internasional Seminar dan Workshop) yang mengulas materi-materi scientific terkini, mengupas tuntas tentang science behind aesthetic medicine yang secara interaktif, menjadi tolok ukur bahwa dokter di Indonesia juga memiliki kemampuan bidang anti aging-estetika, wellness, dan regretatif. Tidak salah, jika Dr Teguh mengatakan bahwa program ‘Health Tourism’ sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Indonesia lewat bidang kesehatan bisa dimulai dari ISWAM ini. “Apalagi, saat ini di Indonesia terdapat 1000 klinik estitetika yang tersebar, dengan 3000 dokter yang praktek,” ujar Dr Teguh.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed