by

Galih & Ratna Ingin Mengulang Sukses Film Ikonik Gita Cinta dari SMA!

-Movie-31 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| “Tiada duka selara Galih & Ratna. Tiada nostalgia seindah cinta di SMA”. Sebuah kata penutup dari film Gita Cinta dari SMA yang dirilis pada 1979 karya sutradara Arizal sangat fenomenal. Lewat film itulah, sosok Galih (Rano Karno) dan Ratna (Yessi Gusman) beken yang menceritakan dua orang sejoli yang saling memadu cinta, tapi berakhir tidak bahagia. Chemistry yang luar biasa antara Rano Karno dan Yessi Gusman sukses membuat penontonnya seolah merasa seperti terwakili.

Terinspirasi dari novel berjudul Gita Cinta Dari SMA karya Eddy D. Iskandar, film ini juga seolah jadi tonggak awal film-film drama remaja yang kemudian populer di layar perak. Termasuk, film yang sangat kuat lewat elemen musik sebagai theme song pemberi roh dalam setiap adegan yang tekenal hingga kini seperti “Gita Cinta dari SMA” dan “Galih dan Ratna” karya Guruh Soekarno Putra yang dinyanyikan oleh almarhum Chrisye.

Kepopuleran film Gita Cinta dari SMA ini, akhirnya mendorong 360˚Synergy dan Nant Entertainment memproduksi ulang dengan gaya lebih kekinian dengan judul Galih & Ratna, diambil dari nama tokoh dan judul lagunya. Dibintangi oleh aktor pendatang baru Refal Hady sebagai Galih lewat jejaring audisi di medsos, dan aktris/penyanyi Sheryl Sheinafia sebagai Ratna, serta didukung oleh Marissa Anita, Joko Anwar, Ayu Dyah Pasha , Hengky Tornando.

Film Galih & Ratna yang siap tayang mulai 9 Maret mendatang di bioskop ini, Lucky Kuswandi sebagai sutradara mencoba menghadirkan elemen artifisial tentang cinta pertama atau cinta sejati, tulus dan langka yang menjadi kekuatan film ini dibawa ke era sekarang. Masih dibarengi elemen musik sebagai penunjang, Sendi Sugiharto selaku produser berharap tokoh Galih & Ratna yang sangat ikonik dan menjadi idola hingga kini, mampu mendulang sukses film terdahulunya.

Namun sayang, Lucky Kuswandi sebagai sutradara dalam menganalogikan lewat warna abu-abu dari seragam SMA yang dipakai Galih & Ratna yang menjadi simbol cinta pertama masa remaja penuh liku-liku, sangat datar. Film ini berjalan sangat lambat, dramaturgi yang dibangun tidak jelas baik bagaimana sulitnya mengejar cinta, pahitnya dan juga indah jatuh cinta. Refal Hady sebagai Galih dan Sheryl Sheinafia sebagai Ratna pemeran utama tidak ada chemistry.

Belum lagi, plot cerita dan karakter pemain lainnya yang menyiratkan anak SMA yang gaul dan kadang konyol baik di sekolah atau diluar sekolah, kurang greget dan cenderung flat. Tidak ada hook yang menggedor emosi yang menontonnya untuk dibawa pulang dalam ingatan. Kalau pun ada, masih terpatri dalam ingatan elemen musik/lagu kenangan seperti Galih & Ratna yang menjadi sountrack, serta beberapa lagu penguat yakni Masa Remaja dari White Shoes dan Mendekati Surga oleh Koil.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed