by

Film The Perfect Dream, Memotret Drama Kehidupan Sosialita Surabaya

-Movie-83 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Bicara kaum sosialita memang sangat menarik. Sebuah kata yang dewasa ini acapkali sering dikaitkan dengan kaum metropolis yang bergelimang harta, hidup glamour, hobi belanja barang mewah, dan suka menghambur-hamburkan uang. Perilaku-perilaku yang mereka tampilkan sangat menarik, bernuansa hedonis dan wow!.

Sosialita tak ubahnya seperti syndrome yang muncul ditengah-tengah masyarakat metropolitan, yaitu masyarakat yang dicirikan dengan sisi ekonominya yang tinggi, industrialisasinya yang maju, serta modernitasnya yang canggih. Eksistensi mereka seakan merupakan impact dari proses modernisme yang tengah melanda seluruh negara di dunia.

Di Indonesia fenomena sosialita juga menjamur, entah memang karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang latah-budaya atau justru ada hidden goal yang ingin dicapai oleh kelompok sosial yang meng-klaim dirinya sebagai elite society ini. Simak saja, aktivitas yang rutin mereka lakukan biasanya arisan, berkumpul dengan kawan sosialita yang lain, hingga belanja barang-barang mewah yang kadang menyentuh angka fantastis.

Fenomena kehidupan sosialita tersebut diatas inilah, ditangkap oleh Hestu Saputra seorang sutradara muda, menjadi ide cerita yang dituangkan kedalam film layar lebar terbarunya berjudul “The Perfect Dream”. Hestu yang dibantu Syamsul Hadi, Sinung Winahyoko, dan Nugie Apri sebagai penulis skenarionya, mengangkat drama keluarga pengusaha dan sosialita dengan segala konflik. Mulai dari persaingan bisnis, intrik, skandal sampai romansa yang menjadi bumbu cerita penarik untuk memikat hati penonton.

Film “The Perfect Dream” besutan Java East Production bersama 4Sisi cukup menarik. Pasalnya, Hestu mengambil latar cerita atau setting drama kehidupan sosialita di Surabaya, ibukota terbesar kedua di Indonesia. Surabaya sebagai ibukota nya Jawa Timur ini, merupakan gerbang dan kota terbesar di Indonesia Timur menjadi the Heroes City of Indonesia. Dari sisi kehidupan sosialita layaknya kaum metropolis, Surabaya tidak jauh berbeda dengan Jakarta.

“Saya sengaja mengambil setting masyarakat di Surabaya dan bukan di Jakarta. Karena, Surabaya dan Jakarta sama-sama kota metropolis, dimana denyut kehidupannya pun sama. Ketika roda bisnis bergerak maju dan berkembang, pastinya ada kaum sosialita dan juga ada pengusahanya. Kalau pun ada perbedaan, hanya pada karakter yang sesuai dengan kultur kedaerahan yang melekat. Tapi, justeru ini yang menarik sebagai pembeda dengan masyarakat lainnya, sebagai kekayaan,” jelas Hestu Saputra, di sela-sela syukuran akan dimulainya syuting, Selasa (2/8) siang, di Pisa Kafe Menteng, Jakarta.

Acara dibuka dengan potong tumpeng sebagai tanda film ini akan segera diproduksi yang akan mulai syuting 13 Agustus 2016 mendatang ini, diperkuat sederet pemain antara lain Ferry Salim, Wulan Guritno, Baim Wong, Tisa Biani, Olga Lidya, H. Komar, Poppy Sofia, Rara Nawangsih, dan Hengky Solaiman. Pada kesempatan tersebut hadir pula Produser Eksekutif Uci Flowdea dan Amelia Salim serta Bambang Drias selaku produser. “The Perfect Dream merupakan film pertama seratus persen bersetting kota Surabaya yang mengangkat kisah sosialita,” ujar Uci Flowdea selaku produser eksekutif, menutup perjumpaan.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed