by

Film Terbaru Nicholas Saputra Akan Tayang Perdana di Locarno, Swiss

-Movie-51 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Film kerjasama produksi Malaysia dan Indonesia garapan sutradara Dain Iskandar Said bertajuk Interchange, akan melakukan penayangan perdana pada Festival Film Locarno ke 69 di Swiss. Interchange mendapat sesi penayangan tengah malam di Piazza Grande, sebuah sesi bergengsi di festival yang pertama kali dilaksanakan tahun 1946.

Film Festival Locarno dikenal sebagai festival yang banyak melakukan penemuan talenta baru, dan telah menampilkan karya-karya dari sutradara internasional seperti Stanley Kubrick, Miloš Forman, Béla Tarr, Chen Kaige, Alexander Sokurov, Jim Jarmusch, Spike Lee, Ang Lee, Claire Denis, Kim Ki -Duk dan almarhum Abbas Kiarostami.

Interchange yang akan diputar pada tanggal 5 Agustus 2016 di Piazza Grande, alun-alun utama kota Locarno, yang bisa menampung hingga 8.000 penonton dan memiliki salah satu layar luar ruangan terbesar di Eropa. Fauzan Zidni, produser dari Cinesurya Pictures mengatakan,“Kami merasa terhormat bisa memperkenalkan sebuah proyek film nusantara kepada audiens di festival film besar seperti Locarno.”

Film thriller supernatural ini merupakan kolaborasi Malaysia dan Indonesia, dengan barisan bintang termasuk Nicholas Saputra, Prisia Nasution, Shaheizy Sam, Iedil Putra, Nadiya Nisaa, Alvin Wong dan Chew Kin Wah. Iedil dan Prisia yang pertama kali bertemu pada saat pembuatan film ini, melangsungkan pernikahan mereka pada sebuah acara privat bulan lalu di Jakarta.

Interchange diproduksi oleh Apparat bekerjasama dengan Cinesurya Pictures dengan pembiayaan dari Sonneratia Capital, Seeing Eye Film dan MDEC, dan dukungan tambahan dari FINAS. Agen penjual internasional ditangani oleh Reel Suspect yang berbasis di Paris dan XYZ Films untuk teritori Amerika Utara.

Selain Interchange, film tentang penyair Wiji Thukul yang hilang berjudul “Istirahatlah Kata-Kata” juga akan meramaikan Locarno Film Festival pada sesi kompetisi ‘secsion Concorso Cineasti del presente’, yang merupakan ajang kompetisi para pembuat film dari berbagai belahan dunia yang terpilih berkompetisi untuk film pertama atau keduanya. Film yang mengambil kisah hidup penyair Wiji Thukul selama masa pelarian pada tahun 1996 setelah peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 ini adalah karya film panjang kedua sutradara asal Yogyakarta, Yosep Anggi Noen.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed