by

Film “Satu Hari Nanti” Memotret Panorama Alam Benua Eropa!

-Movie-10 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Menggabungkan destinasi atau panorama alam dan latar film, bisa jadi strategi pemasaran wisata efektif. Inilah tren baru yang sudah diterapkan di Indonesia, bahkan di beberapa negara. Biasanya, pembuat film dan badan pariwisata memegang andil besar dalam pemasaran destinasi saat ini. Tujuannya, wisatawan yang senang liburan mengeksplor tempat baru untuk mencari inspirasi dan pengalaman unik.

image

Seperti gebrakan Evergreen Pictures dan Rumah Film berkolaborasi bersama pemerintah Swiss, menawarkan apiknya lanskap panoramic beberapa kota di negara tersebut sebagai latar cerita bertajuk “Satu Hari Nanti”. Ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo, film ini mengupas kehidupan dua pasang kekasih yang menghadapi kegelisahan dalam membangun komitmen di negeri orang.

image

Pemain yang terlibat mulai dari Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, hingga Ayushita Nugraha. Secara skrip, 99 persen cerita lokasinya full di Swiss. Mulai dari Thun, kota kecil yang terkenal dengan danaunya nan rancak, termasuk pula memiliki sebuah kastil tua serta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi para wisatawan untuk mengetahui sejarah kota tersebut.

image

Sedangkan Interlaken adalah kota yang letaknya di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Ini juga merupakan destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Dari sini perjalanan berlanjut ke resort wisata puncak Jungfrau yang kondang, Jungfraujoch. Nah, Jungfraujoch sendiri merupakan kawasan wisata yang posisinya unik, berada di puncak yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen.

Untuk menuju puncaknya, wisatawan bisa menjalaninya dengan 2 jam perjalanan kereta api. Menjadi menarik, karena tempat ini pernah menjadi lokasi syuting dari film James Bond berjudul On Her Majesty’s Secret Service. Sementara, Brienz adalah ibukota Swiss menjadi kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional seperti terlihat pada arsitektur rumahnya. Di sini juga terdapat danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es.

Menurut Salman Aristo, proses pengambilan gambar yang berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam, dikerjakan semuanya di Swiss. Dia menekankan, tidak mau akal-akalan bikin set di tanah air. Film yang masih dalam proses pasca produksi, Dienan Silmy selaku produser mengatakan, film “Satu Hari Nanti” akan rilis sekitar akhir tahun 2017.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed