by

Film Musik Untuk Cinta, Kisah Romansa Berbalut Musikal!

-Movie-54 views

image

Jakarta, UrbannewsID.|Cukup lama film ini mengendap sejak di produksi sekitar 6 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2011. Bahkan, buah karya Enison Sinaro sebagai sutradara yang skenarionya ditulis Kadjat Adrai berjudul “Musik untuk Cinta” ini, tercatat beberapa pemainnya pun sudah menghadap Yang Maha Kuasa sebelum menyaksikannya di putar di bioskop seperti Didi Petet, Krisno Bossa, dan produsernya Abdullah Dudung Yuliarso.

Film Musik Untuk Cinta produksi PT. Prima Bina Media yang konon menghabiskan biaya sebesar Rp. 5 milyar, dan dibintangi Arumi Bachsin, Ian Kasela, Philip Jusuf, Soimah Pancawati, Ferry Ardiansyah, Kadir, Didi Petet, Niniek L Karim. Menurut eksekutif produser MUC, Iman Taufik, tadinya film ini hampir tidak diedarkan. “Tetapi setelah saya lihat lagi, ternyata ceritanya cukup menarik. Sehingga masih mungkin diedarkan dengan sedikit perombakan,” jelasnya, usai pemutaran film tersebut di bioskop Pondok Indah Mal 2 Jakarta Selatan, Senin (6/3) malam.

image

Kisah filmnya sendiri sih rada-rada klasik, seperti biasa sebuah cerita romansa beda status sosial dan ekonomi yang kerap menjadi protret percintaan dua sejoli. Ada seorang pemuda lugu berasal dari keluarga sederhana bernama Cecep (Ian Kasela), terpikat dan jatuh hati pada seorang penari putri cantik yang berasal dari keluarga Keraton Kasepuhan bernama Dewi (Arumi Bachsin) dalam acara Kirab Budaya Cirebon. Untuk mendapatkan cinta Dewi, Cecep harus menghadapi tantangan dari kedua orang tua Dewi, ia juga harus bersaing dengan dua pemuda lainnya.

image

Sesuai judulnya Musik Untuk Cinta, tokoh Cecep yang diperankan Ian Kasela yang kebetulan vokalis band Radja bisa di eksplor lebih dalam lagi. Misal, tatkala Cecep dan Surya (Ferry Ardiansyah) anak juragan besi tua (Kadir), serta Aa’ Jimi (Argo) ulama kondang diuji keseriusannya lewat fit & proper test menjadi poin untuk dikembangkan membangun cerita yang dramatik sekaligus mengundang kelucuan. Namun sayang, setelah menyaksikan Musik Untuk Cinta sangat datar dan kurang membangun emosi yang ngehook penonton.

image

Bagaimana Cecep berjuang penuh semangat menjalani tantangan fit & proper test. Apalagi, Dewi terlihat menaruh harapan pada Cecep yang dIdukug tantenya (Soimah), dan kurang suka dengan Surya pilihan ibunya, serta Aa’ Jimi pilihan sang ayah. Dengan keluguan dan kejujurannya, Cecep yang memiliki bakat bernyanyi seperti ia tujukan di salah satu scene, berhasil menjadi penyanyi yang populer dan sukses menjadi pebisnis. Sehingga kisah romansa beda kasta tinggal cerita, karena Cecep mampu membalikkan kenyataan behwa cinta sejati tidak bisa dipisahkan oleh apa pun dan siapa pun.

Korelasi judul film Musik Untuk Cinta dengan plot cerita bisa klop, seandainya skenario sedikit mau kompromi dengan mengekplorasi kepiawaian bernyanyi Ian Kasela sebagai vokalis Radja yang memerankan tokoh Cecep. Sayangnya, beberapa lagu yang nota bene milik orang lain sekedar pengiring dalam cerita ini sekedar dan tempelan. Hanya ada satu hits Radja dimunculkan yang dinyanyikan Ian Kasela (Cecep), itupun hanya sekedar nampang lewat tanpa penekanan yang berarti. Musik Untuk Cinta hanya sekedar judul, tidak ngeblend dengan konten cerita.

Tapi, ya sudahlah namanya juga film, hak prerogratif ada ditangan sutradara dan produser. Masyarakat sebagai penonton tetap kudu memberi apresiasi semangatnya!|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed