by

Film Lelawa, Kisah Pasukan Elit Penumpas Pembajakan Pesawat!

-Movie-59 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Kebutuhan masyarakat menonton dan mengapresiasi film-film Indonesia yang berkualitas semakin meningkat. Hal ini, bisa terlihat secara kuantitas kurang lebih 130 judul film Indonesia yang diproduksi pada 2016. Secara kualitas pun mulai membaik, dimana film Indonesia mampu bersaing dengan film luar yang diputar disini dengan merajai pasar dan menjadi box office.

Gairah meningkatnya produksi film Indonesia seiring dengan berkembangnya kreativitas insan perfilman, dan munculnya sineas-sineas muda. Film-film itu tidak hanya berkisar di ranah drama, horor atau komedi, anak-anak, adaptasi dari buku atau novel, tapi juga kini melirik tema rekonstruksi sejarah. Kreativitas mereka ditunjukkan dengan mencoba tema-tema baru yang masih jarang dieksplorasi oleh sutradara-sutradara senior.

Seperti yang dilakukan sutradara muda, Angga Dwimas Sasongko, mencoba berekplorasi menggarap sebuah film action berjudul “Lelawa”, setelah tiga film terakhirnya bergenre drama. Film kolaborasi Chanex Ridhall Pictures dan Visinema Pictures ini, bercerita tentang sekelompok pasukan khusus Indonesia yang berada dalam misi penyelamatan pembajakan pesawat oleh kelompok teroris. Film Lelawa ini menjadi kali kedua berkolaborasi dua rumah produksi, setelah sebelumnya menggarap film “Bukaan 8”.

Rosa Rai Djalal, CEO Chanex Ridhall Pictures sekaligus Produser, mengungkapkan bahwa kecintaan dirinya terhadap Special Force inilah yang melatari pembuatan film Lelawa ini. Guna mewujudkannya, kemudian Rosa mengajak Angga sang sutradara dan Salman Aristo penulis skenario berdiskusi soal cerita film action tentang pasukan khusus yang baik dan tidak kalah dengan negara Asia lainnya. Salman Aristo yang didampuk sebagai penulis skenario menuturkan, salah satu tantangan dalam pembuatan cerita film ini adalah dirinya harus mencari tahu lebih jauh berbagai hal terkait pasukan elite.

“Setting cerita Lelawa tentang pasukan khusus yang tengah mencoba menyelamatkan para sandera merupakan tantangan menarik bagi saya sebagai penulis. Karena itu, saya harus mencari tahu berbagai hal yang terkait dengan kekuatan pasukan khusus kita, strategi penyelamatanya, serta persenjataannya yang sesuai dengan para karakter dalam film ini,” ujar Salman, saat dijumpai dalam acara pengumuman rencana pembuatan film Lelawa di Kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (19/12) siang.

Sementara, Angga Dwimas Sasongko yang sukses menggarap film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi serta Surat dari Praha, mengatakan,”Saya ingin terus mengeksplorasi diri untuk menjadi sutradara yang lengkap, bukan saja hanya bermain di satu genre saja. Sebenarnya, saya sudah menggarap film pendek berjudul “Killer Express”, sebuah adegan perkelahian di kereta api jadi salah satu signature scene ditambah karakter hammer girl yang berkesan sekali. Untuk itu, saya mencoba sesuatu yang lebih besar lagi berdurasi panjang yakni dengan membuat film action Lelawa ini,” ujar Angga.

image

Film Lelawa yang akan dibintangi Lukman Sardi, Arifin Putra, dan Chicco Jericko ini, telah mengingatkan pada tragedi Woyla, sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang mengalami insiden pembajakan pada 28 Maret 1981. Namun, aksi teroris itu berhasil digagalkan oleh Grup-1 Para-Komando di bawah pimpinan Kolonel Sintong Panjaitan. Kendati berlatar belakang pembajakan pesawat, Angga mengatakan bahwa film Lelawa bukan hanya tentang pasukan, namun lebih ke humanity. Karena ada banyak orang dalam peristiwa dengan segala karakter yang melekat dalam dirinya.

Rencananya, proses shooting film Lelawa akan dimulai pada 2017, dan lokasi shooting akan berlangsung di beberapa kota di Indonesia dan Penang (Malaysia). Lelawa, jelas Rosa, adalah sebuah kata sandi yang dipakai oleh pasukan khusus. Namun, Rosa belum mau berbicara apakah pihaknya akan melibatkan kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung sebagai pasukan khusus dalam film itu. “Kami sudah ada perbincangan dengan kesatuan mana, tapi masih terlalu dini dibicarakan. Pasukan elit Indonesia banyak dan diakui oleh dunia. Tapi, banyak masyarakat yang tidak tahu. Kami ingin masyarakat Indonesia mengenal dan bagaimana mereka beraksi,” tutup Rosa.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed