by

Film Labuan Hati, Hanya Pamerkan Keindahan Bawah Laut!

-Movie-34 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Menyaksikan film Labuan Hati karya Lola Amaria yang dibintangi Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, Ully Triani dan Ramon Y Tungka, dengan setting lokasi syuting seluruhnya di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, Rabu (29/3) sore di XXI Epicentrum, Jakarta. Penonton seperti diajak untuk melihat sebuah film dokumenter tentang gambaran petualangan dan eksplorasi keindahan alam Indonesia.

Lola bersama tim-nya memang berusaha untuk mengekplorasi keindahan alam di darat maupun di bawah laut dengan pengambilan gambar yang dilakukannya, sebagai latar belakang cerita dari film ini. Jadi jangan heran, dari sisi gambar sangat menarik dilihat terutama extreme sport yakni diving dan free dive yang saat ini sangat popular sejalan dengan berkembangnya beberapa kawasan laut sebagai destinasi.

image

Apalagi di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, selain keberadaan Komodo sebagai binatang purba yang langka, serta banyak sekali keindahan pantai dan spot diving yang menarik diantaranya adalah Manta Point dimana kita bisa menyaksikan dari jarak dekat binatang laut yang dikenal dengan nama Manta Ray, hampir mirip dengan ikan pari.

Cerita yang ditulis oleh Titien Wattimena ini, sebenarnya cukup menarik yakni mengangkat kisah tentang 3 perempuan berbeda usia dan karakter. Mereka bergelut dengan persoalannya masing-masing dan menyelesaikannya lewat bungkusan gaya traveling atau adventure. Tapi sayang, bingkai cerita intinya berkesan tidak dibungkus dengan baik hingga dramaturginya tidak kuat. Hal ini, terlihat dari akting para pemerannya terlalu datar, kaku tanpa ekspresi dan konflik yang dibangun pun secara emosi tidak dapat dan tersampaikan.

image

Misalnya, ketika Indi (Nadine Chandrawinata) dan Bia (Kelly Tandiono), serta Maria (Ully Triani) pemandu wisatanya, bersaing merebut perhatian ekstra dari Mahesa (Ramon Y Tungka) seorang instruktur penyelam Bawal laut. Sebenarnya cukup asyik jika dikupas lewat permainan karakter lewat gaya masing-masing, misal; Bia yang sudah bersuami dan memiliki anak tapi sedang mengalami kejenuhan, Indi yang mau meningkah namun jiwa petualangannya belum hilang, serta Maria yang ditinggal pergi kekasihnya.

Ya, sudahlah. Walau belum menemukan kisah mana yang cukup menarik mulai dari pertemanan, persahabatan, hingga perang dingin untuk menjadi nomor satu di mata Mahesa. Film yang akan tayang di bioskop mulai 6 April 2017 mendatang. Kita harus bersyukur Lola Amaria menampilkan gambar-gambar menarik tentang keindahan alam bawah laut yang luar biasa, termasuk mengambil gambar manta (salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia).

image

Bukan cuma itu, kerja keras Lola Amaria bersama kru dan juga para pemainnya, berusaha ekstra keras mengambil spot-spot lokasi syuting yang medannya tidak ringan. “Syuting yang molor jadi satu bulan ini, kita harus naik dan turun bukit untuk mendapatkan view air terjun yang luar biasa. Belum lagi, Pulau Komodo sangat terkenal dengan arusnya yang kuat, maka kita minta safety diver ikut turun ke bawah supaya semua tetap aman dan nyaman,” ujar Lola Amaria, saat dijumpai Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/3) sore.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed