by

Film Kartini Karya Hanung Bramantyo Akan Tayang April 2017

-Movie-24 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Kartini, sosok perempuan asal Jepara yang dinobatkan sebagai tokoh pahlawan bagi kaum perempuan di Indonesia ini, memang tidak lepas dari perjuangannya membela kesetaraan atas hak yang sama untuk mengenyam pendidikan bagi siapa saja tanpa memandang ras, agama dan golongan.

Maka tidak heran, jika setiap tanggal 21 April semangat juangnya sebagai pembela emansipasi wanita selalu diperingati setiap tahunnya yang dikenal dengan Hari Kartini. Tapi, sayang sungguh disayang hingga 112 tahun beliau wafat, bangsa Indonesia masih belum bisa menyatakan bahwa masalah pendidikan di Indonesia telah terselesaikan.

Nama Kartini dan Hari Kartini hanya lebih dikenal sebagai ajang memakai kebaya ke sekolah saja oleh generasi muda kita. Banyak yang tidak tahu siapa Kartini sebenarnya dan apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh beliau. Ada hal yang membuat Kartini menjadi figur panutan, yakni soal kesetaraan dan kemandirian lewat pendidikan agar tumbuh kesadaran tentang pentingnya ketrampilan membaca dan menulis.

Berangkat dari pokok pemikiran itulah, Legacy Pictures bekerjasama sama dengan Screenplay Film siap untuk memproduksi film biopic ‘Kartini’. Film yang semula akan tayang pada Hari Kartini tanggal 21 April 2016 lalu, berubah pada April 2017. Menurut Robert Ronny selaku produser dan Hanung Bramantyo sebagai sutradara, masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk persiapan dan riset agar film Kartini ini benar-benar bisa sempurna dan bisa menangkap esensi perjuangan Kartini.

Demi melahirkan film biopik yang apik, pemilihan pemain film ‘Kartini’ tidak main-main. Sederet pemain papan atas, seperti Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti dan Reza Rahadian yang sudah mengantongi Piala Citra sebagai Aktris dan Aktor Terbaik Indonesia. Didukung pula dengan pemain senior seperti Deddy Sutomo dan Christine Hakim yang juga sudah meraih Piala Citra. Turut serta pula Acha Septriasa, Ayushita Nugroho, Denny Sumargo, Djenar Maesa Ayu, Dwi Sasono dan Nova Eliza.

Film yang skenarionya ditulis oleh Bagus Bramanti dan Hanung Bramantyo ini akan menceritakan bagaimana perjuangan Kartini (Dian Sastrowardoyo) melawan takdir. Takdir yang sangat diinginkan oleh ibu kandungannya, Ngasirah (Christine Hakim), untuk menjadi seorang Raden Ayu, seorang Perempuan yang harus menikah dengan seorang Bupati atau Bangsawan. Bagi ibunya, menjadi Raden Ayu adalah satu-satunya cara bagi Perempuan Jawa membawa kehormatan bagi keluarga.

Kartini tidak berjuang sendiri, kedua adik nya Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita Nugroho) juga diajak untuk menjadi seorang Perempuan yang bisa menentukan masa depan nya sendiri sesuai dengan keinginan mereka. Tentu, melawan takdir itu tidak lah mudah, banyak masalah yang mempersulit mereka, mulai dari adanya tradisi pingitan dari Kaum Ningrat di Jawa yang juga dilakukan oleh Ayahnya, Raden Mas Aryo Sosroningrat (Deddy Sutomo). Belum lagi, pemikiran-pemikiran kolot dari saudara-saudara Kartini, yaitu Raden Mas Slamet (Denny Sumargo) dan Soelastri (Adinia Wirasti).

Tetapi untung nya Kartini masih didukung oleh kakak kandungnya, R.M. Panji Sosrokartono (Reza Rahadian) yang memberi inspirasi kepada Kartini, bahwa selama masih ada buku, tidak ada yang bisa memenjarakan pikiran dan imajinasi Kartini. Kegemaran membaca buku, penguasaan berbagai bahasa serta kegemaran surat menyurat, beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Film ‘Kartini’ akan menjadi sebuah biopik yang inspirational dan sangat menyentuh. Sebuah film yang harus ditonton oleh semua orang, baik remaja hingga para Orangtua. Dengan harapan, film ini akan membantu dalam mengubah pemikiran masyarakat Indonesia mengenai betapa pentingnya pendidikan bagi semua orang. Kunci utama untuk memajukan bangsa Indonesia adalah pendidikan dan mari kita Lanjutkan perjuangan Kartini yang belum selesai.| Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed