by

Film Istirahatlah Kata-Kata Akhirnya Diputar di Indonesia!

-Movie-101 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Setelah melanglang buana keberbagai festival dibelah dunia, akhirnya film “Istirahatlah Kata-Kata” karya Yosep Anggi Noen yang terinspirasi dari puisi dan laku hidup penyair sekaligus aktivis Wiji Thukul, seorang tokoh yang ikut melawan penindasan orde baru yang hilang sebulan sebelum Soeharto diturunkan rakyatnya sendiri, bakal diputar di bioskop Indonesia mulai 19 Januari 2017 ini.

Kisah film drama biografi seorang Wiji Thukul ini, diawali dengan pelarian Wiji Thukul yang diperankan oleh Gunawan Maryoto penuh ketakutan, karena status buronan yang disandangnya. Sementara, sang istri Sipon (Marissa Anita) yang hidup di Solo bersama dua anaknya tidak luput dari tekanan. Rumahnya diawasi, koleksi buku-buku disita, dan beberapa kali Sipon digelandang ke kantor polisi untuk diinterogasi.

imageIstirahatlah Kata-Kata karya sutradara Yosef Anggi Noen yang diproduksi bersama oleh Muara Foundation, Partisipasi Indonesia, Limaenam Films, dan KawanKawan Film. Jalan ceritanya fokus kepada Wiji Thukul sebagai manusia, sedangkan pemaparan situasi politik dan negara saat itu berfungsi memperkuat latar saja. Karena, pada dasarnya sastra puisi karya Wiji sendiri sangat sinematik.

Maka tidak heran, jika film ini mendapat apresiasi dan penghargaan yang tinggi saat diputar di berbagai festival dunia seperti Locarno, Vladivostok, Hamburg, Manila, Busan, Nantes, dan termasuk di Indonesia sendiri. “Film ini adalah tentang memanusiakan manusia. Harapannya film ini bisa bertemu dengan sebanyak-banyaknya penonton Indonesia,” ujar Yosef Anggi Noen penuh harap, saat dijumpai di Jakarta, Senin (16/1) sore.

Film Istirahatlah Kata-Kata yang menghadirkan para pemain, yakni Gunawan Maryanto, Marissa Anita, Melanie Subono, Eduwart Manalu, Arswendi Nasution, Dhafi Yunan, dan Joned Suryatmoko ini, didedikasikan untuk generasi muda. “Generasi muda patut tahu, bahwa buku sejarah yang ada belumlah lengkap. Kita berkewajiban menuliskannya dan terus mengingatnya. Puisi-puisi Wiji Thukul adalah penanda jaman yang sangat nyata,” jelas Yulia Evina Bhara sang produser.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed