by

Film Chrisye, Rekam Jejak Sang Legenda Dalam Cerita Drama

-Movie-41 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Musisi legendaris Indonesia yang satu ini, memang layak untuk di abadikan dalam ragam bentuk sebagai penghormatan atas perjuangannya di panggung hiburan tanah air lewat karya-karyanya yang tetap abadi hingga kini. Ya, dia adalah Chrismansyah Rahadi atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Chrisye, merupakan seorang penyanyi dan pencipta lagu hits yang tutup usia pada umur 57, tepatnya pada tanggal 30 Maret 2007.

Menemukan minat dan bakatnya dalam dunia musik, tidak membuat Chrisye tenang sepanjang hidupnya. Sejak remaja, dia harus menentang ayahnya yang menginginkan Chrisye menjadi seorang insinyur. Chrisye diam-diam bermusik dan berjuang membuktikan bahwa bermusik memang pilihan hidupnya.

Sekalipun popularitas telah didapatkan Chrisye, kegelisahannya tak pernah berhenti. Chrisye senantiasa berkarya, karena musik adalah nafas dalam hidupnya. Kerjasama dengan berbagai pihak pun terus dilakoninya. Bahkan Chrisye melakukan hal tergila dalam hidupnya, sesuatu yang dia takuti sejak dulu, yaitu menari di panggung sebagai konsekuensi album dansanya yang terlaris sepanjang masa, “Aku Cinta Dia”

Kegelisahan Chrisye berlanjut pada proses pencarian jati dirinya. Menikah dengan Yanti dan berkeluarga, membuka cakrawala baru Chrisye dalam memandang hidup. Berguru hingga ke Banjar merupakan bagian yang penting dalam perjalanan spiritual Chrisye. Pencarian hakiki tentang makna kehidupan inilah yang mendasari Chrisye dalam menciptakan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”.

Kisah perjalanan Chrisye tersebutlah diangkat ke dalam sebuah film layar lebar oleh MNC Pictures dan Vito Global Visi dengan harapan semangat Chrisye terus berlanjut. Film yang siap diproduksi Januari 2017 mendatang, Rizal Mantovani yang didampuk menjadi sutradara mengatakan, ia melakukan pendekatan dengan istri almarhum Chrisye yakni Gusti Firoza Damayanti Noor, empat orang anak, serta berbagai referensi untuk menguatkan sosok Chrisye sesungguhnya.

image

“Selama ini masyarakat tahu sosok Chrisye dari sisi kariernya. Tapi, di belakang layar itu seperti apa?. Titik mana yang menjadi momen penting kehidupan Chrisye. Di sini diceritakan bagimana Chrisye yang akan diperankan oleh Vino G. Bastian menjadi seorang suami, kepala rumah tangga, yang akhirnya menjadi legenda,” jelas Rizal Mantovani, saat dijumpai di Resto The Hook, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/9) siang.

“Kami sepakat ini bukan biografi, tapi lebih ke drama kehidupan manusia yang diambil dari sang legenda, Chrisye. Film itu akan mengisahkan kehidupan pribadi Chrisye yang belum diketahui oleh publik, yaitu mengenai Chrisye sebagai family man. Pastinya, film ini akan menarik dan sangat ditunggu-tunggu, bukan saja oleh para penggemarnya, tapi juga masyarakat Indonesia,” ucap Lukman Sardi selaku Produser Kreatif MNC Pictures, menambahkan.

Sosok Chrisye yang akan diperankan oleh Vino G. Bastian dalam film ini. Suami Marsha Timothy ini menganggap, memerankan sosok Chrisye yang sulit dan berat adalah bagaimana membuat mbak Yanti percaya bahwa dia adalah suaminya, yakni Chrisye. Soal totalitas yang akan ditunjukkan Vino untuk memerankan sosok Chrisye. Riza Mantovani juga membenarkan, bahwa Vino siap menurunkan berat badan untuk mendapatkan postur yang ideal persis seperti Chrisye.

img_20160923_230516

Acara perkenalan pembuatan film Chrisye yang dihadiri oleh Ferry Musyidan Baldan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN sekaligus Ketua Komunitas Kangen Chrisye yang tetap humble. Saat diminta komentarnya seputar film Chrisye ini, penggemar berat Chrisye yang satu ini menuturkan, ini salah satu bentuk apresiasi dan kecintaan banyak orang terhadap sang legenda musik pop anak negeri, Indonesia.

“Beragam cara bertutur dilakukan banyak orang menempatkan sosok Chrisye dan karya-karya lagunya tetap abadi. Ada yang bertutur lewat gelaran konser, ada pula bertutur melalui tulisan dalam bentuk buku seperti yang dilakukan Komunitas Kangen Chrisye lima tahun lalu. Termasuk hari ini, bertutur lewat visual atau film layar lebar. Jadi, apa pun bentuknya. Kita memiliki sebuah dokumentasi para legenda yang mewarnai perjalanan sejarah musik di Indonesia,” tutup Bang Ferry, yang akrab disapa.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed