by

Film Cahaya Cinta Pesantren, Kisah Pop Religi Keluarga dan Persahabatan!

-Movie-14 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Film Cahaya Cinta Pesantren adalah sebuah film yang diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Ira Madan. Film pertama religi yang diproduksi oleh Fullframe Pictures ini, menggaet Raymond Handaya sutradara muda berbakat yang memvisualkan cerita keluarga, persahabatan, romantisme dan seluk beluk anak-anak muda yang menempuh pendidikan di pesantren, dimana semuanya diceritakan dengan ringan, lugas dan sangat dekat dengan keseharian.

Film ini juga menjadi semakin menarik karena didukung oleh visual gambar-gambar sinematografi yang indah dan dinamis, unsur pariwisata yang kuat lewat penggambaran Danau Toba hingga adanya adegan Silat lokal. Keseluruhan elemen ini akhirnya membentuk mosaik yang saling jalin menjalin sehingga membuat keseluruhan film ini menjadi sangat menyentuh dan bermakna yang dapat ditonton oleh semua umur.

imageFilm “Cahaya Cinta Pesantren” berdurasi sekitar 2 jam 24 menit yang di produseri Ust. Yusuf Mansyur dan Tian Harianto, sedangkan untuk naskah skenarionya ditulis oleh Anggoro Saronto. Menampilkan deretan para pemain yakni Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Wirda Mansur, Elma Theana, Tabah Panemuan, Zee Zee Shahab, dan Fachri Muhammad, akan segera tayang di bioskop layar lebar mulai tanggal 12 Januari 2017 mendatang.

Film pop religi ini, mengangkat kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau Toba bernama Shila (Yuki Kato), anak perempuan yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA Negeri favorit di daerahnya namun tidak lolos, karena keterbatasan biaya orang tuanya tidak mungkin menyekolahkan Shila di SMA Swasta, awalnya Shila menolak namun atas bujukan orang tuanya jadilah Shila santri di Pesantren Al-Amanah.

Dunia pesantren yang disiplin ditambah jadwal pelajaran dan kegiatan yang seakan tiada henti membuat Shila mesti beradaptasi, di pesantren Shila bersahabat dengan Manda (Febby Blink), Aisyah (Via Blink) dan Icut (Vebby Palwinta). Tapi dengan Manda, Shila merasa paling dekat. Karena keduanya tidak betah tinggal di pesantren tanpa sepengetahuan yang lain, keduanya pun kabur dari pesantren.

Tapi takdir membawa mereka berdua kembali ke pesantren itu. Manda mantap untuk menjadi santri di situ. Tapi Shila, masih belum yakin. Selain urusan pelajaran, sebagai gadis yang tengah puber, shila pun berurusan dengan perasaan. Ia jatuh hati pada Rifqy (Fachri Muhammad), santri senior. Shila berusaha menjalani kehidupan pesantren ditengah bermacam konflik.

image

Mulai dari konflik yang membuat persahabatannya berantakan. “kepergian” orang yang ia sayangi, hingga ia sempat diancam akan dikeluarkan dari pesantren justru saat ia telah benar-benar jatuh hati pada pesantren itu. Dan Shila berhasil melalui itu semua, karena pesan ayahnya sebelum ia berangkat ke pesantren; “Kalau kita mencintai segala sesuatu karena Allah, maka kita tidak akan pernah kenal yang namanya kecewa atau sakit hati”. Inilah film tentang pendidikan, sosial dan religi.

Apakah Shila berhasil mengalahkan kegalauannya dan menjadi seseorang yang lebih dewasa? Bisakah ia mempertahankan impiannya sebagai seorang novelis? Sebaiknya ditunggu tanggal penayangannya, dan tontonlah biar tidak penasaran tentang kisah keseluruhannya.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed