by

Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara: Antara Cinta, Pendidikan dan Pluralisme

-Movie-54 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | “Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara” merupakan film ketiga garapan rumah produksi Film One Production yang diangkat dari kisah nyata tentang balada seorang perempuan muslim, ketika menjadi guru sebuah sekolah dasar di desa terpencil Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Diceritakan, gadis bernama Aisyah yang baru saja lulus dari sarjana ini. Demi mengejar cita-citanya sejak sebelum kuliah berkeinginan untuk mengabdikan dirinya sebagai seorang guru, harus meninggalkan kampung halamannya nan sejuk dan sarat dengan nilai religius di Ciwidey, Jawa Barat.

Banyak tantangan yang harus dia hadapi Aisyah. Bukan saja karena sang ibu yang tidak merestui atas keputusan yang diambil Aisyah, karena merasa khawatir terrhadap anak gadisnya. Atambua sendiri merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste ini, kondisi cuaca yang amat ekstrem panasnya sampai mencapai 39 derajat Celcius.

Belum lagi, bukan perkara mudah untuk Aisyah mengemban tugasnya di Atambua, mengingat kebanyakkan masyarakatnya menganut agama Katolik yang kuat. Terlebih, Aisyah memilih tampil begitu agamis dengan hijab yang melekat di kepalanya. Tapi, perbedaan dalam semangat pluralisme ini lah yang justru menjadi benang merah dari film “Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara.

Film besutan sutradara Herwin Novianto, dan skenario ditulis oleh Jujur Prananto. Menurut Hamdani Koestoro selaku produser, meskipun bergenre drama, film yang satu ini temanya berbeda dari film sebelumnya yakni My Idiot Brother dan Sebuah Lagu untuk Tuhan, karena syarat pendidikan dan keberagaman di Indonesia.

imageLaudya Chyntia Bella yang didampuk memerankan tokoh Aisyah, dan menjalani syuting selama satu bulan di Atambua, tidak bisa melupakan kenangan bersama anak-anak Atambua yang menjadi muridnya. Menurutnya, Ia merasa senang berada disana. Bertemu dengan anak-anak yang selalu semangat dan cerdas pula.

“Disamping anak-anak serta warga yang ramah. Salah satu yang membuat saya semangat main di film ini, karena mengisahkan hubungan persaudaraan, cinta kasih yang tidak harus melihat perbedaan agama,” tutur Bella, setelah selesai nonton bareng bersama awak media di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Senin (16/5).

Selain Bella, film ini juga dibintangi sejumlah pemain seperti Lidya Kandou, Panji Surya Sahetapy, serta Ge Pamungkas dan Arie Keriting jebolan standup comedy. Menurut Herwin sang sutradara, kehadiran komik diplot agar filmnya tidak sedih namun ada tertawanya juga. Dan, lebih menariknya lagi, para pemain anak-anak yang berperan sebagai murid, bermain cukup bagus dan aktingnya pun natural, tambah Herwin.

Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara yang siap rilis di bioskop tanah air mulai 19 Mei 2016. Rencananya para pemain dan crew juga akan melakukan roadshow dibeberapa kota besar untuk nonton bareng serta meet and greet bersama penggemarnya.|Edo (Foto Dudut SP)

Sinopsis Aisyah Biarkan Kami Bersaudara

Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara akan bercerita mengenai sosok Aisyah (Laudya Cynthia Bella). Aisyah merupakan seorang sarjana yang baru saja lulus. Ia tinggal dan menetap di sebuah kampung dekat perkebunan teh yang sejuk dan sarat dengan nilai religius di Ciwidey, Jawa Barat. Di sana ia tinggal bersama Ibu dan adik laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Sebagaimana cita-citanya sejak sebelum kuliah, ia berkeinginan untuk mengabdikan dirinya sebagai seorang guru. Suatu saat, ia mendapatkan sebuah kabar gembira dari yayasan tempat ia mengajukan diri untuk menjadi tenaga pengajar. Tenyata ia diterima dan ditugaskan ke suatu tempat untuk mengajar. Sebuah lokasi yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Tempat itu adalah Dusun Derok, di Kabupaten Timur Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasi penempatan yang begitu jauh ini membuat ia dan ibunya sedikit mengalami perbedaan pendapat, karena ibunya menolak kalau Aisyah ditempatkan disana. Akan tetapi begitu kuatnya niat dan tekad yang sudah bulat, membuat Aisyah memutuskan untuk tetap berangkat ke NTT.

Sejak awal ia tiba di NTT, ia sudah merasa begitu asing dengan lingkungan barunya. Apalagi ketika pertama kali datang, masyarakat salah sangka dengan menganggapnya sebagai Suster Maria, hanya karena sama-sama memakai penutup kepala (kerudung). Memang masyarakat di sana sangat mengharapkan kedatangan Suster Maria sebagai pengajar di kampung tersebut. Sehingga walaupun kesalah pahaman ini sudah bisa diatasi, ia tetap merasa gamang.

Apalagi suasana di sana memang masih sangat sulit. Kampung yang sangat terpencil, tanpa listrik dan juga sinyal seluler. Pada musim kemarau yang panjang, air akan sangat susah untuk didapat. Ia benar-benar mengalami “kaget tempat” karena lingkungan yang baru, tradisi yang serba asing dan ruang lingkup religius yang jauh berbeda membuat Aisyah terus merasa gamang. Namun, kehadiran tokoh Pedro (Arie Kriting) membuat persoalan keseharian Aisyah sedikit teratasi.

Kehidupannya sebagai guru juga bukannya tanpa masalah. Awal sebagai guru, ia harus menghadapi kebencian dari salah satu muridnya yang bernama Lordis Defam. Dari awal ia tidak tahu kenapa Lordis membencinya, bahkan ia juga mempengaruhi teman-teman sekelasnya sehingga beberapa dari mereka sampai tidak mau masuk sekolah. Belakangan melalui kepala dusun, Aisyah mulai mengerti akar permasalahannya yaitu kedatangannya sebagai guru yang seorang muslim dianggap musuh oleh Lordis Defan yang beragama Katolik. Pemahaman itu didapat oleh Lordis Defam lewat pamannya, yang ketika konflik Ambon berlangsung sedang berada di kota tersebut.

Dengan segala kesulitan itu mampukah Aisyah bertahan disana untuk mewujudkan cita2nya sebagai seorang guru ?

Detail Cast dan Crew FIlm Aisyah Biarkan Kami Bersaudara

Produksi: Film One Production
Produser: Hamdhani Koestoro
Sutradara: Herwin Novianto
Penulis Skenario: Jujur Prananto
Penata Kamera: Edi Michael Santoso
Penyunting Gambar: Wawan I Wibowo
Penata Musik: Tya Subiakto
Pemain: Laudya Cynthia Bella, Lidya Kandou, Ge Pamungkas, Arie Keriting, Panji Surya Sahetapy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed