by

Ferry Mursyidan Baldan; Film Chrisye Dokumen Sejarah Perjuangan Seorang Seniman!

-Movie-37 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Film rekam jejak perjuangan sang legenda musik pop Indonesia Chrisye, yang penuh tantangan dan kegelisahan, sampai akhirnya dia menemukan keseimbangan hidup sebagai ‘family man’ dan ‘celebrity man’, produksi MNC Pictures yang ditulis oleh Alim Sudio, dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Jelang penayangannya serentak pada 7 Desember 2017 mendatang di seluruh bioskop-bioskop Indonesia, terlebih dahulu digelar press screening dan juga gala premier film Chrisye untuk awak media serta tamu undangan, Jumat (1/12) malam, di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta.

Pemutaran gala premier ini menjadi moment cukup menarik, karena bertepatan dengan peringatan wafatnya Chrisye jatuh pada 12 rabiul awal tahun kalender Islam (Hijriah), sekaligus peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau lebih dikenal Maulid Nabi. Sekadar diketahui, Chrisye tutup usia pada 30 Maret 2007 akibat kanker paru-paru dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Film yang diperankan oleh Vino G. Bastian, Velove Vexia, Ray Sahetapi, Ayu Dyah Pasha, dan sejumlah aktor pendukung lainnya. Membuka cakrawala baru bagi kita semua sebagai manusia memandang arti sebuah kehidupan.

Film biopik yang memotret kegelisahan demi kegelisahan membawa Chrisye ke dalam perjalanan spiritual yang panjang. Pencarian hakiki tentang makna hidup inilah yang mendasari Chrisye dalam menciptakan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” yang liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Saat itulah, Chrisye benar-benar menemukan titik balik dalam kehidupan dan karir musiknya. Hal ini sesuai ungkapan rasa dan keinginan yang disampaikan Chrisye, yakni “Saya ingin menorehkan setitik tinta di sejarah musik Indonesia untuk di teruskan oleh generasi muda, sehingga membentuk satu garis panjang yang tak terputus untuk musik Indonesia.”

Satu dekade kepergiannya, kehadiran film ini menjadi pembuka jalan dan pendobrak di industri perfilman nasional. Para pencinta film tanah air, termasuk para musisi sangat membutuhkan film-film inspiratif sebagai penggugah semangat mereka untuk berjuang meniti karir dan menjalani hidup penuh optimis. “Film Chrisye sangat menarik, menampilkan sisi kesederhanaan dan kejujuran yang memang melekat pada dirinya, dibalik gemerlapnya panggung sosok sang superstar ini. Contohnya, saat Chrisye nyanyi lagu Aku Cinta Dia, dan kemudian dia menari. Terlihat gayanya yang kaku, ya itulah Chrisye yang sesungguhnya memang tidak bisa menari,” ujar Ferry Mursyidan Baldan, saat bincang santai sesuai ia menonton film Chrisye.

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, sekaligus Ketua Komunitas Kangen Chrisye (K2C) Ferry Mursyidan Baldan, saat diminta komentarnya soal film Chrisye, hanya berujar singkat. Menurut Bang Ferry yang akrab disapa, ia tidak bicara soal teknis atau dramaturgi film Chrisye. “Tentunya film sebagai sebuah tontonan dan juga tuntunan, sekali pun ia biopik harus dikemas dengan baik alur ceritanya. Tapi, bagi saya yang lebih penting film Chrisye ini, adalah sebuah dokumen sejarah perjalanan serta perjuangan seorang seniman. Kita butuh banyak literasi ragam bentuk, seperti yang saya lakukan menerbitkan dua buah buku berjudul ‘Chrisye Kesan di Mata Media dan Fans’ dan ’10 Tahun Setelah Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar’,” pungkas Bang Ferry, menambahkan.

Ketua K2C ini pun, dalam setiap kesempatan berjumlah dengan beliau, selalu mengungkapkan harapannya dan juga ajakan kepada seluruh komponen masyarakat, memberi apresiasi kepada para seniman dari berbagai lini sebagai perjuang budaya yang telah menorehkan karya adiluhungnya. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari karena ketidakpedulian menjaga dan merawatnya, kita kehilangan sejarahnya untuk generasi mendatang. Bang Ferry merencanakan akan menggelar nonon bareng film Chrisye bersama semua anggota K2C dibeberapa kota. “Kita akan mulai dari Jakarta esok hari, Sabtu (2/12), di Metropole XXI Jakarta. Kemudian, akan dilanjutkan ke kota lainnya,” jelas Bang Ferry.

Bukan cuma itu, dimomen pemutaran film Chrisye ada rencana menggelar bedah buku keduanya “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar” yang sempat tertunda. “Mungkin akan dibarengi dengan nobar dibeberapa kota, seperti di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan kota lainnya. Mereka yang ikut bedah buku, dan membelinya, bisa nonton bareng film Chrisye. Pastinya, kita juga akan mengajak para pemain seperti Vino tokoh pemeran Chrisye dan lainnya, untuk ngobrol bareng. Ya, do’a kran saja semua lancar dan terealisasi,” ujar Bang Ferry, menutup perbincangan.|Edo (Foto Ihsan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed