by

Etanee, Solusi Pas Belanja Mudah & Murah!

-Tekno-28 views

IMG_20170623_222439

Jakarta, UrbannewsID.| Indonesia yang diprediksi menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada tahun 2020 nanti. Potensi e-commerce di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dari data analisis Ernst & Young, dapat dilihat pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di tanah air setiap tahun meningkat 40 persen. Ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Tak hanya sekedar untuk mencari informasi dan chatting, masyarakat di kota-kota besar kini menjadikan internet terlebih lagi e-commerce sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Perilaku konsumtif dari puluhan juta orang kelas menengah di Indonesia menjadi alasan mengapa e-commerce di Indonesia akan terus berkembang.

Berbicara mengenai industri ini memang tidak semata membicarakan jual beli barang dan jasa via internet. Tetapi ada industri lain yang terhubung di dalamnya. Seperti penyediaan jasa layanan antar atau logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat industri e-commerce harus dikawal agar mampu mendorong laju perekonomian nasional.

IMG_20170623_221408

Tidak heran, jika dalam era industri digital yang terus berkembang ini, mendorong sekelompok pengusaha muda di bidang agribisnis unggas dan praktisi pemasaran plus pengembang IT, yang sebagian besar mereka adalah alumni IPB, membangun Etanee, aplikasi e-commerce yang fokus pada produk pangan dan pertanian.

Aplikasi digital yang di desain berawal dari keprihatinan atas petani dan peternak yang tidak mendapatkan hak ekonomi secara layak. Menurut drh. Cecep Moch Wahyudin, CEO sekaligus founder Etanee, “Padahal merekalah rantai produksi yang dengan kerja kerasnya menghasilkan produk yang terbaik untuk kita konsumsi,” jelas Cecep, saat peluncuran Etanee yang digelar di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (23/6).

Cecep menbahkan, mata rantai logistik dan pengiriman yang tidak efisien menjadi penyebab tingginya harga beli konsumen. Etanee yang berada di bawah bendera PT Solusi Pangan Perwiratama diciptakan untuk menjadi solusi bagi konsumen sehingga mendapatkan harga terbaik yang wajar. Selain itu, petani dan peternak serta supplier agar mendapatkan harga yang terbaik.

Aplikasi Etanee lebih dari sekedar e-commerce atau toko online. Secara model bisnis, etanee pada tahap awal menjual produk daging ayam, daging sapi, serta beras sehat dan organik ini, mencoba menggabungkan tiga rantai bisnis dari hulu ke hilir yaitu rantai pasok yang meliputi digitalisasi kegiatan produksi peternakan dan pertanian, manajemen logistik serta sistem distribusi hingga sampai konsumen.

Dalam era industri digital, etanee memahami kebutuhan konsumen masa kini bahwa berbelanja bisa diselesaikan di rumah tanpa harus menikmati macet di jalan atau menunggu antrian lama di kasir. Karena itu, barang yang dibeli konsumen langsung dapat dikirim ke rumah. “Dengan jaminan pelayanan yang terbaik, pembayaran yang aman, waktu yang singkat dan produk dalam rantai dingin (cold chain) yang terjaga,” katanya.

Etanee juga menjamin keamanan pangan produk etanee yang memenuhi kaidah ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal). Selain mendapatkan sertifikasi halal 100% untuk semua produk dari LPOM MUI. Kerjasama dengan RPH (Rumah Potong Hewan) dan RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) yang memiliki sertifikat halal, dan sertifikat NKV (Nomor Kesehatan Veteriner) bagi rumah potong hewan dan unggas, serta sertifikat HACPP dan GMP untuk proses produksi.

Jaringan distribusi etanee akan dibangun dengan bermitra bersama masyarakat melalui konsep ekonomi berbagai (sharing economy) berupa distribution center, stockist dan transporter. Sampai dengan akhir tahun, etanee menargetkan memiliki 20 distribution center, 400 stockist di wilayah Jabodetabek, sedangkan dari sisi transporter akan melibatkan sampai 3.000 pengemudi ojek di bawah pengelolaan entanee langsung.

IMG_20170623_220403

Acara peluncuran entanee di awali dengan gelaran talkshow yang memgangkat tema “Solusi Pangan untuk Indonesia”. Diskusi yang dihadiri Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Elma Theana sang artis bersama suaminya bersiap mengembangkan peternakan ayam, semakin semarak. Selain melibatkan para pengusaha wanita dalam membangun kemandirian ekonomi kerakyatan di komoditi beras.

Dibahas pula tentang anak negeri dalam pengembangan usaha yang disampaikan Dian Wisdianawati. Kemudian, Donna A. Latief, CEO Pasaraya, bicara kekuatan jaringan dalam bisnis, sementara Ratih Soemoprawiro kupas tuntas beras sehat Bojana, sebuah merek kreasi anak negeri.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed