EMPC 2020; ICEPERIENCE.ID Bersama Barong Family Memahat Karya – Mengguncang Dunia

IMG-20200709-WA0075

Urbannews Musik | Manusia, semuanya memiliki talenta yang dimiliki sejak lahir. Sebuah anugerah dari Tuhan yang maha kuasa kepada umatnya. Berbagai macam karya bisa mereka ciptakan dari konsep yang mereka rancang hingga menghasilkan mahakarya yang tak tertandingkan. Namun problematika yang dihadapi masyarakat khususnya di Indonesia adalah mereka kurang memiliki keberanian untuk memulai atau menciptakan sesuatu yang baru. Mungkin dikarenakan berbagai macam faktor, seperti kurangnya modal untuk memulainya, atau mereka bimbang untuk menentukan pilihan apa yang akan mereka ciptakan.

Ada sebuah ungkapan menarik, untuk menjadi manusia kreatif, anda harus nekad tapi dibarengi dengan tekad. Artinya, harus ada keberanian untuk memulainya. Kalau tidak, jangan berharap akan melahirkan karya apapun. Dari tulisan di awal ini, Saya ingin menukil keberanian ICEPERIENCE.ID menyelenggarakan ajang Electronicc Music Producer Contest (EMPC) yang dimulai tahun lalu. Walau secara ekosistem kurang mendukung, tapi keberanian menyuarakan #localICEMovement terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air, patut diacungi jempol.

Bukan itu saja, ICEPERIENCE.ID melalui program “International Collaboration Experience” (ICE) yang senantiasa konsisten menyuarakan #localICEMovement, menjadi lokomotif untuk mewadahi para talenta lokal dalam menghasilkan karya yang lebih berkualitas sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia dengan harapan nantinya talenta-talenta lokal tersebut bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional. Dan, melalui EMPC
inilah menjadi pemantik agar para talenta muda berani keluar dari sarangnya.

Nah! Melanjutkan kesuksesannya di edisi pertama tahun lalu, dimana terdapat lebih dari 500 track yang disubmit peserta. Dari jumlah itu, dewan juri menyaring karya mereka dan lahirlah Doci sebagai 1st winner. Sebagai hadiah, Doci terbang ke Los Angeles Amerika Serikat untuk kolaborasi dengan Sean Miyashiro (CEO 88Rising) dan Devinta Trista yang merupakan penyanyi berbakat pilihan 88rising. Karya musik bertajuk “SAY LA VIE”. Sementara itu, ICEPERIENCE.ID juga meluncurkan album Livin Legacy bagi para pemenang lainnya yang sudah bisa didengarkan di berbagai Digital Streaming Platform mulai 10 Juli 2020. (https://iceperience.id/LivinLegacy).

IMG-20200709-WA0074

Sebagai bentuk konsistensi, ICEPERIENCE.ID pun kembali menyelenggarakan Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. Tahun ini, ICEPERIENCE.ID berkolaborasi dengan Barong Family, record label yang bermarkas di Amsterdam, Belanda. Perusahaan rekaman yang berdiri pada 2014 ini mengutus Yellow Claw, duo DJ yang masuk top 100 DJ dunia versi DJmagz.com menjadi juri bersama DJ papan atas Indonesia yakni Winky Wiryawan, Dipha Barus dan Eka Gustiwana.

Perwakilan ICEPRIENCE.ID, Diopsaputra, mengatakan kolaborasi dengan Barong Family dalam EMPC 2020 merupakan komitmen ICEPERIENCE.ID agar para peserta dapat mengetahui standar musik elektronik dunia. Selain itu, pemilihan Barong Family juga erat kaitannya dengan nilai-nilai keindonesiaan dimana secara historis ternyata pembuatan nama dan logo Barong diambil dari sosok dewa dalam kebudayaan Bali.

“Kami merasa Barong Family cukup mengenal budaya Indonesia. Dan kami juga gembira karena Barong Family mengutus Yellow Claw sebagai juri di EMPC 2020. DJ yang masuk top 100 Dj di dunia ini memiliki 4,2 juta monthly listener dan 900 ribu follower di Spotify. Sehingga kami berharap kehadiran Yellow Claw di EMPC 2020 bisa memberi insight yang berharga bagi para peserta, yang akhirnya para produser musik elektonik di Tanah Air dapat mengupgrade kemampuan bermusik hingga ke panggung musik dunia,” tutur Diop saat virtual press conference EMPC 2020, Kamis (9/7).

Pendaftaran EMPC 2020 dilakukan secara online melalui website www.iceperience.id mulai tanggal 13 Juli hingga 14 Agustus 2020. Setelah itu, dewan juri akan mengkurasi dan menyeleksi karya yang sudah disubmit oleh peserta hingga keluar 3 besar dan juara favorit. Selanjutnya, 1st winner EMPC 2020 akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi menghasilkan karya musik dengan salah satu talent di bawah naungan record label Barong Family.

“Reward untuk 1st winner EMPC 2020 ini merupakan kesempatan berharga di mana pemenang dapat mengembangkan bakat yang dimiliki dan maju ke kancah internasional. Hal ini sesuai dengan tagline yang diusung oleh EMPC di tahun ini yaitu The Greatest Legacy sehingga diharapkan karya sang juara menjadi warisan besar di dunia musik elektronik Tanah Air. Sementara untuk pemenang lainnya akan berkolaborasi dengan local artist. Siapa mereka? Nantikan kejutannya selanjutnya,” jelas Diop.

IMG_20200710_070332

Refleksi kesuksesan EMPC edisi pertama ini membuat Dipha Barus, Winky Wiryawan, dan Eka Gustiwana, yang kini duduk di kursi juri EMPC 2020 merasa optimistis bahwa kompetisi terbuka bagi para produser musik elektonik ini dapat membawa perubahan yang positif di industri musik Tanah Air. Melalui EMPC kelak nantinya akan bermunculan talenta-talenta baru yang tersebar dipenjuru tanah air bisa memberikan warna segar bagi dunia musik, tak hanya di Indonesia tapi juga di level dunia.

Mereka bertiga pun sepakat, EMPC yang diinisiasi oleh ICEPERIENCE.ID merupakan program yang sangat positif dalam membentuk ekosistem musik elektronik di Indonesia di mana saat ini penggemar musik elektronik semakin luas sehingga pasar bagi produser musik terbuka lebar. Untuk itu, mereka sangat berharap dapat menemukan talent dengan skill yang out of the box sehingga bisa membawa Indonesia berjaya di pentas musik elektronik dunia.

Sementara itu, Yellow Claw adalah duo DJ dan produser dari Belanda yang terdiri dari Jim Aasgier (Jim Taihuttu) dan Nizzle (Nils Rondhuis), utusan dari Barong Family yang di dampuk sebagai juri, mengatakan, sangat bangga mendapat kesempatan menjadi juri untuk EMPC. Mereka melihat di Indonesia saat ini, lebih mudah bikin musik dibanding dulu, dan musisinya lebih kreatif. Baik Jim T maupun Nils, berpesan, untuk para peserta selain kreatifitas bermusik juga originalitas, diharapkan adanya eksplorasi sound-sound unik dan baru yang belum pernah didengar.

Diranah Industri musik elektronik dalam negeri saat ini, DJ atau produser semakin menggeliat dengan lahirkan banyak talenta berbakat dengan kualitas musik baik. Tapi, baik saja tidak cukup, apalagi bikin musik yang lagi hype di masyarakat saja. Agar lebih terlihat haruslah memberi warna tersendiri. Harus memiliki karakter kuat yang mewakili darimana anda berasal. Kalau Jim dan Nils berharap ada sound-sound baru yang belum pernah mereka dengar, DJ atau produser dari Indonesia sangat mungkin melakukan itu. Indonesia sangat kaya akan unsur bunyi-bunyian yang dilahirkan dari ragam musik tradisi.

Jadi tunggu apalagi?. Saatnya memahat karya – mengguncang dunia. Buruan submit karya kamu dan raih kesempatan menjadi produser musik level dunia. Info detail, kunjungi website di www.iceperience.id dan follow socmed IG @iceperience.id

/e20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *