by

Binauralis, Album Kedua Trilogi The Changcuters!

-Music-118 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Setelah merilis album Visualis pada Desember 2013, The Changcuters kembali melahirkan album ke-5 sekaligus menjadi album ke-2 dari trilogi garapannya. Masih tetap bermain-main dengan berbagai bentuk simbol, kalau di Visualisasi menghadirkan mata dengan menyuguhkan permainan dan makna visual yang mencakup penggunaan teknologi augmented reality layaknya game Pokemome Go. Di album lanjutannya Binauralis, The Changcuters membahas mengenai pola komunikasi generasi melanial yang sarat dengan texting.

Sebuah generasi yang mengobrol tanpa suara, bercakap-cakap hanya lewat tulisan berbalut emoji. Suara pun tereduksi menjadi hanya sekedar kata-kata belaka. Sementara, ada jutaan makna yang terkandung dalam suara yang tidak mungkin terwakili oleh tanda baca, walau ditambah berbagai simbol emoji sekalipun. Binauralis adalah suatu interpretasi tentang suara. Sebuah dongeng audio yang terdiri dari 13 lagu awal sampai akhir, mengumandangkan cerita tentang suara, tentang asyiknya mendengarkan tanpa sajian visual. Maka, telinga menjadi simbol di cover album ini.

“Setiap lagu dibangun secara seksama dengan tujuan agar kelak para pendengar bisa berimajinasi mengenai suasana, adegan, dan cerita tentang lagu tersebut. Setiap lagu bisa menjadi pengalaman pribadi yang berbeda antara satu pendengar dengan yang lainnya. Karena inilah nikmatnya imajinasi yang lahir dari Indra pendengaran. Setiap orang bisa memiliki intepretasi masing-masing,” jelas Tria sang vokalis, saat memperkenalkan album baru Binauralis di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (1/3).

The Changcuters grup musik asal Bandung yang terbentuk tahun 2004, beranggotakan Tria (vokalis), Qibil (backing vocal & gitaris), Alda (gitaris), Dipa (bassis), dan Erick (drummer). Dalam Binauralis ini masing-masing personel menyimpan berbagai simbol suara dalam setiap lagu. Baik itu lewat ketukan drum Erick, melodi atau rif gitar Qibil dan Alda, maupun dentuman bass Dipa. Bahkan, diamnya Tria pun bisa jadi adalah simbol yang layak dimaknai lebih jauh. Semua simbol ini hanya bisa terungkap oleh Banauralis yang suka mendengarkan, menyimak dan sudi merepetisi satu demi satu.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed