by

Bicang Santai Bersama Dorce Gamalama

-Figure-99 views

DORCE GAMALAMAGelaran nonton barang dan temu kangen bersama idola artis film Indonesia yang digagas Garuda Enterprise dan Pafindo di Pisa Kafe Mahakam, Jakarta Selatan, Minggu (28/2) siang. Seabrek artis lawas hadir di acara tersebut, dan salah satunya artis serba bisa kelahiran Solok, Sumatera Barat, 21 Juli 1963, Dorce Gamalama.

Dalam kesempatan acara tersebut, UrbannesID berekesempatan bincang-bincang santai bersama artis yang akrab disapa Bunda ini. Berikut petikannya;

Apa kabar bunda?

“Alhamdulillah sehat seperti yang kamu lihat. Nggak kurang satu apa pun.

Makna yang didapat dari acara ini, apa Bun?

“Yang pertama pasti kumpul-kumpulnya. Saya itu maim film pertama tahun 91 berjudul Dorce Ketemu Jodoh. Tapi jauh sebelum itu, saya udah kenal sama artis senior lainnya, kayak Mak Laila Sari, Mieke Wijaya, Nani Wijaya, Waty Siregar, dan semua artis senior lainnya”.

Gimana melihat semangat mereka?

“Semengatnya luar biasa. Saya sih berharap, Pak Ahok mau memberikan tempat, minimal memberikan penghargaan kepada artis sepuh seperti mak Laila Sari. Termasuk juga, bagi para artis yang sedang sakit dapat dibantu pengobatnnya. Untuk itu, saya berharap mudah-mudahan dengan adanya acara yang di gagas Waty Siregar melalaui Garuda ini, membuka hati orang-oramg berduit.”

“Saya nanti mau coba ajuin proposal ke Gubernur DKI, Pak Ahok, untuk bisa membantu bikin acara. Orang kalau sudah tua itu kepengennya menghibur diri, dan ingin dihargai. Mereka itu pernah teukir di bidang kesenian, apa pun bentuknya mau nyanyi atau akting.”

Gimana orang melihat Dorce sekarang?

“Saya orangnya nggak mau banyak omong, kamu ngertilah saya seperti apa. Intinya terserah org mau bilang apa, mencaci saya, menghujat saya, terserah. Toh intinya, saya nggak pernah minta sama mereka. Secara tidak langsung saya mencuri pahala buat mereka.”

“Sekali lagi saya tegaskan saya bukan perempuan abal-abal yang melambai. Saya memiliki surat keputusan pengadilan Surabaya yang mengesahkan saya sebagai perempuan. Jadi status perempuan saya lewat hukum, bukan main-main, bukan abal-abal. Saya perempuan sebenarnya, bedanya saya nggak beranak.”

Jadi gimana tanggapannya soal KPI larang pria kemayu?

“Nggak ada sangkut paut sama itu. Saya rasa KPI juga ngerti saya bukan yg seperti dibicarakan itu. Tapi kalo berimbas sama saya, ya nggak masalah. Karena rejeki bukan cuma di televisi. Karena saya memang nggak melambai, saya perempuan pada umumnya.
Jarang tampil di televise bagaimana?

“Nggak ada masalah. Tapi diluar, saya masih tetap show. Kalau saya nggak tampil di televise, memangnya saya nggak makan. Saya tetap kaya….hahahaha.”
Ada bisnis lain?

“Nggak! Binis saya dunia akhirat. Saya ngurus anak-anak, alhamdulillah lho anak-anak saya nggak ada yang jadi banci, nggak ada yang jadi homo.”

Tampil off air?

“Saya masih off air, tampil nyanyi. Saya mengalami pergantian enam presiden, dan selalu diminta tampil di Istana. Jadi, saya nggak ada masalah dengan larangan KPI itu.”

Lihat ada larangan itu di tv gimana?

“Jangan KPI, saya aja enek lihat mereka kayak gitu. Dulu pernah ada tuh, Tora Sudiro pake kebaya, konde, tapi pake kumis, melambai. Kadang-kadang dalam hati saya, aduh kok gitu. Untung cepat tobat sebelum ada larangan. Saya tidak pernah gelisah dengan larangan itu.”

Soal LGBT?

“Saya menjaga silaturahmi sama semua orang. Saya punya teman banci, lesbian, homo, orang baru keluar dari penjara. Tapi, saya nggak menjudge mereka, karena saya sendiri belum bener.”

Penghargaan buat para artis?

“Saya berharap Pak Ahok beri tempat buat para artis kumpul-kumpul. Titiek Puspa juga pernah merencanakan itu, tapi ya belum tereliasasi. Nggak muluk-muluk cuma mau itu.”

Buat artis senior?

“Saya selalu siapkan kain kafan, mobil jenazah, pokoknya mulai dari mandiin sampai penguburan selesai, kami urus semuanya. Itu buat artis yang sudah nggak mampu lagi, begitu ada kabar kita langsung ke sana. Karena di Yayasan saya ada penguburan gratis buat artis senior yang nggak mampu.”

“Itu dari saya sendiri, dan ada sumbangan dari Ivan Gunawan dan Saipul Jamil waktu itu untuk beli mobil jenazah.”

|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed