by

Best Friend Forever, Debut Estelle Linden Sebagai Sutradara

-Movie-181 views

BBF_Estelle Linden

Jakarta, UrbannewsID. | Best Friend Forever (BFF) besutan SAS Films saat ini tengah memasuki pasca produksi. Film yang memilihgenre komedi chick lit remaja ini memiliki beberapa fakta menarik yang dapat disimak. Persahabatan yang diangkat, yaitu seputar geng remaja putri metropolitan dengan segala intrik di antara mereka.

Bersetting di kota besar Jakarta, BFF menggambarkan gaya hidup 4 tokoh remaja putri yang diperankan oleh Kezia Karamoy,Ineke Valentina, Wendy Wilson dan Yova Gracia. Segala tingkah pola mereka seakan menjadi cermin kehidupan nyata sebagian anak muda Jakarta yang hidup dalam hedonisme akut.

Cerita seputar persahabatan perempuan tentu bukan sembarang ide. Konon persahabatan antara perempuan lebih kompleks dan bergejolak dibanding persahabatan antara pria. Rasa cemburu, iri, ingin menang sendiri disinyalir kerap terselip dalam persahabatan antara mahluk yang terkenal menggunakan sisi perasaan dalam menghadapi permasalahan hidup ini.

Dinamika menarik inilah yang menjadi ide dasar dari BFF yang ditangkap oleh Estelle Linden yang ditawarkan pada SAS FIlms. Beruntung proposal film BFF diterima, yang akhirnya justru menantang Estelle untuk langsung mendirect BFF. Mendapatkan kesempatan emas yang tidak dimiliki semua orang, membuat Estelle tidak menyia-nyiakan penawaran ini.

Sadar bahwa dirinya masih baru dalam kancah perfilman, memacu dirinya belajar secara otodidak. Berbekal passion yang besar, Estelle Linden belajar banyak dalam mempersiapkan film perdana dimana dirinya sebagai sutradara.

Saya banyak menonton berbagai film luar bertema chick lit yang mengangkat tema remaja perempuan. Saya juga banyak membaca buku bagaimana mengembangkan cerita dan mendirect film, termasuk juga langsung mengcasting para calon pemain yang akan dilibatkan dalam BFF. Dengan pengalaman akting yang saya miliki, memberikan kemudahan mengarahkan adegan yang harus dilakoni para pemain.” jelas pemeran Sri Maya dalam film Valentine ini.

Dalam BFF, Estelle juga melakukan observasi terhadap nilai persahabatan dan gaya hidup remaja perempuan saat ini yang di Jakarta. Banyak temuan menarik dilapangan yang dapat dikembangkan dalam cerita BFF. Menurutnya, ini bukan film drama serius. Fakta-fakta menarik yang diamatinya, kemudian di kemas menjadi cerita komedi chick lit tentang ujian persahabatan dalam satu malam,”lanjut Estelle.

Kehadiran Estelle Linden sebagai sutradara juga menambah deret sutradara perempuan Indonesia yang ada saat ini. Khusus untuk kiprah perdananya dalam BFF, Estelle tidak mau terbebani dengan harapan yang terlalu muluk.

Sebagai sutradara baru, saya juga belajar bagaimana membuat perencanaan, memproduksi dan bekerjasama dengan banyak orang dalam sebuah film layar lebar. Untuk itu, saya hanya berharap, masyarakat dapat menerima karya saya dengan menonton BFF di bioskop nanti,” pungkas Estelle.

|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed