by

Balinale 2016, Ruang Dialog Para Sineas Dunia

-On Stage-61 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Bali International Film Festival (Balinale) kembali hadir untuk ke-10 kalinya selama sepekan, mulai dari 24 hingga 30 September 2016 di Cinemaxx, Lippo Mall Kuta, Bali. Lebih dari 100 film yang akan mewakili 31 negara, termasuk dari Indonesia, akan dipertontonkan dalam festival tahunan ini.

Mengusung tema “Tanpa Batas: Tidak ada batasan dalam kreatifitas untuk berekspresi”, Balinale telah memilih karya film Indonesia dan International berkualitas yang unik sebagai landasan penting dalam mempromosikan seni sebagai media untuk melampaui batasan, serta menjadi jembatan yang menyatukan celah komunitas filmmaker seluruh Indonesia.

Beberapa judul film International yang akan di pertontonkan, yakni Asian Premiers Early Winter (Canada/Australia), Rigoberta Menchu: Daughter Of The Maya (USA), Mr. Gaga (Israel), Elle (France), dan Hunt for the Wilderpeople (New Zealand), serta film unggulan dari Indonesia, Copy Of My Mind, My Stupid Boss, The Promise dan Negeri Van Oranye.

Sementara, para produser dan sutradara yang akan hadir, Robert Ronny, Endri Pelita, Rizal Mantovani dan Hestu Saputra. Begitu juga akan hadir para Artis pendukung film tersebut untuk bertemu dengan para penonton di saat festival, Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Ray Sahetapy, Olga Lidya, Ferry Salim dan lain-lain.

Balinale juga akan menghadirkan film bertajuk budaya dan seni dari Jepang, Toshikazu Nishigaya dengan karya terbarunya film Kako : My Sullen Past (Fukigen na Kako (Shiro Maeda)), sekaligus hadir di dalam workshop festival. Institutut Francais d’Indonesie juga akan menghadirkan serangkaian film yakni Fatima, Adama dan La Tete Haute. Sedangkan Korean Cultural Center Indonesia, mempersembahkan Teh Himalayas dan The Truth Beneath.

Penyelenggaraan akan menghiasi lokasi festival Balinale dengan ragam dekorasi, baik indoor maupun outdoor. Agar pertunjukan ini pesan Road to Balinale jelas terlihat, sekaligus akan menjadi panduaan untuk memudahkan untuk menuju tempat festival bagi para pecinta film, komunitas dan turis.

Sayang, Balinale yang sudah digelar untuk ke-10 kalinya, bahkan konon telah resmi di ikut sertakan didalam material promosi dan pemasaran Pesona Indonesia oleh Kementerian Pariwisata RI, gaungnya hanya muncul dipermukaan jelang dimulainya festival lewat gelaran preskon. Setelah itu, tidak ada media yang di sertakan untuk merekam suasana kemeriahan dan kesan untuk disampaikan. Kalaupun ada, ya harus modal sendiri.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed