by

‘Ayo Bela Indonesiaku’, Gerakan Kampanye Bela Negara Kaum Millenial

-On Stage-179 views

20190306_233404-656x392

Urbannews Culture | Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia. Padahal berdasarkan Pasal 30 UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negeri.

Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik. Secara fisik dengan mengangkat senjata untuk menghadapi serangan atau agresi musuh, seperti tugas dan tanggung jawab yang diemban Tentara Nasional Indonesia. Sedangkan, secara non fisik dapat didefinisikan sebagai upaya untuk mempertahankan Negara lewat cara meningkatkan rasa nasionalisme, kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara sesuai profesi masing-masing.

Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, Dirjen Pothan, Kemhan Republik Indonesia, mengatakan, “Kesadaran bela negara merupakan satu hal yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, sebagai wujud penunaian hak dan kewajiban. Untuk itu, melalui Direktorat Bela Negara dibawah Ditjen Pothan Kemhan RI, kami sosialisasikan nilai-nilai semangat Bela Negara bagi masyarakat terutama generasi Y dan Z, melalui gerakan kampanye dengan tagline ‘Ayo Bela Indonesiaku’,” jelas Bondan Tiara Sofyan, Rabu (6/3) sore, di Wayang Bistro, Kota Kasablanka.

“Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Bela negara tidak harus angkatan senjata, tapi bisa lewat berkegiatan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Hakikatnya, kesediaan berbakti dan berkorban membela negara. Bangsa Indonesia memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban ini bisa dicapai dan di pertahankan apabila masyarakat dan bangsa kita secara bersama-sama lebih baik, damai, adil dan sejahtera, sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh para pendiri bangsa,” pungkas Direktur Bela Negara, Ditjen Pothan Kemhan RI, Brigjen TNI. Tandyo Budi Revita, S.Sos.

Acara kampanye sosialisasi nilai-nilai Bela Negara dengan semangat ‘Ayo Bela Indonesiaku’, dihadirikan pula narasumber dari generasi muda sebagai ambassador gerakan tersebut yakni; Karina Nadila, Putri Pariwisata Indonesia 2017, dan Dimas Back, Artis sekaligus Pemerhati HIV/AIDS. Mereka bedua, sharing pengalaman seputar kegiatan sosial yang dilakukan sesuai kapasitasnya demi tanggung jawab mereka kepada bagsa dan bangsa. “Inilah refleksi generasi muda akan nilai-nilai kemanusian, keadilan dan kesejahteraan. Kampanye Ayo Bela Indonesiaku terus digelorakan sepanjang tahun, lewat beragam kegiatan,” tutup Direktur Bela Negara, Ditjen Pothan Kemhan RI.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed