by

Anna Mariana, Terus Merawat Tradisi Memacu Kreativitas!

-Fashion-29 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Karya seni anak bangsa memang sangat unik dan menarik. Salah satunya adalah kain tradisional tenun dan songket. Dibalik keunikanya, tenun menyimpan makna yang berbeda-beda baik bahan bakunya, corak dan motifnya, serta warna di setiap daerah. Dimasa lalu tenun sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama untuk berbusana. Seni kerajinan tenun dan songket merupakan tekstil tertua, dan berkembang sekitar 4000 tahun lalu di Indonesia. Dari sebuah alat tradisional yang sederhana mampu membuat karya seni yang tiada duanya.

Tenun dan songket hasil produksi masyarakat pedesaan yang memiliki nilai seni tinggi, dimana proses pengerjaannya butuh kesabaran, ekstra ketelitian serta waktu, malah dianggap sebelah mata oleh bangsa kita sendiri. Masyarakat memandang kain modern lebih bisa dibuat berbagai model busana sesuai selera dan tidak terlihat kuno. Justru, sebaliknya bangsa lain yang bukan bangsa indonesia, malah sangat peduli dan suka dengan kain tradisional kita. Sebagai anak bangsa, seharusnya kitalah yang harus menyukai dan melestarikan kain tradisional tenun tersebut.

Tidak adanya yang peduli merawat, melestarikan dan mengembangkan kain tradisional sebagai aset kekayaan seni budaya bangsa Indonesia. Menggerakan Anna Mariana untuk merawat tradisi dan memacu kreativitas pengembangan tenun dan songket di Indonesia. Anna terus blusukan ke kantong-kantong pengrajin tenun dan songket keseluruhan pelosok tanah air, menjadi penyemangat sekaligus menjadi orang tua asuh ribuan para pengrajin tenun dan songket.

Menurut Anna proses pengerjaan kain songket dan tenun sangat khas dan memerlukan waktu lama. Terlebih untuk menghasilkan tenun kelas premium yang menggunakan benang sutera. “Proses pengerjaannya memakan waktu enam bulan bahkan bisa sampai setahun. Diperlukan ketrampilan, keuletan, ketekunan dan kesabaran khusus. Karena menenun dari benang sutra itu rumit, oleh sebab itu pula harga songket menjadi mahal bahkan cenderung fantastis,” jelasnya, saat dijumpai di Butik House of Marsya miliknya, Sabtu (24/12).

image

Kiprah Anna yang sudah 33 tahun berkarya untuk perkembangan kain tenun dan songket di nusantara. Tidak pernah berhenti berbagi informasi untuk menambah wasasan seputar kain tradisional para nenek moyang bangsa Indonesia yang luhur. Anna kembali menunjukan kecintaannya melestarikan dan mengembangkan kain tenun dan songket, lebih khusus tenun songket Betawi. Anna Mariana kembali menerima tamu kehormatan para peringgi Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi di butiknya, sepakat mengembangkan budaya kain Batik Betawi, serta sosialisasi Pengembangan dan Pembinaan Budaya Kain Tenun dan Songket Betawi.

Menurut sosok wanita yang kini berusia 56 tahun kelahiran Solo ini, budaya masyarakat Betawi belum pernah ada tenun dan songket yang menjadi ciri khas atau ikon yang melekat. “Adanya hanya kain Batik dengan motif kembang-kembang, atau motif Ondel-Ondel. Produksi ini kemudian hanya kita kenal sebagai kain dari Batik Cap, Batik Tulis, dan Batik Printing. Kain yang ada bukan tenun juga songket, dimana proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisonal ditenun atau dikerjakan dengan proses handmade,” ungkap Anna yang baru meraih gelar Doktornya.

Karena itu, DR.Hj. Anna Mariana SH.MH.MBA yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Sejarah Kain Tenun Nusantara bersemangat memelopori kelahiran tenun dan songket khas milik Betawi. “Proses pembuatannya nanti melalui tehnik menenun dan handmade. Dalam soal design, saya tetap akan mengangkat motif asli dan tidak menghilangkan ciri khas Betawi. Pengembangan tenun dan songket Betawi bukan saja memberi ruang bagi para penenun, tapi sabagai warga Betawi ingin memilik kain khas yang mampu mengangkat Jakarta sebagai Kota Budaya,” jelas Anna.

Walau ada tantangan untuk mewujudkan idenya dalam memelopori kelahiran tenun dan songket Betawi. Niat Anna yang didukung penuh Bamus Betawi, tak menyurutkan semangatnya membawa kain tenun khas Betawi lebih berkembang lagi. Apalagi trend mode yang menyeret kain tradisional menjadi kurang menarik di mata masyarakat luas. Padahal, menurutnya jika dimodifikasi kain tenun justru lebih menarik daripada kain modern. Karena selain unik dan menarik serta mempunyai makna tersendiri dibalik motif-motifnya, dalam tenun terdapat aura elegan yang membuat penampilan si pemakai jadi berbeda dan terkesan eksklusif, tentunya berdaya jual tinggi.

image

Anna yang memiliki banyak koleksi kain tenun dan songket yang berumur ratusan tahun, mengungkapkan, “Semakin lama disimpan dengan perawatan yang baik, kain tenun akan menjadi barang langka, dan dikemudian hari mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. Kain tenun dan songket Betawi yang baru akan kita kembangkan dan diproduksi ini juga akan mengalami hal seperti itu nantinya. Proses kreativitas melalui kegiatan seni adalah jalan sebaik-baiknya yang dapat dilakukan sebab melakukan kegiatan seni berarti terjadi suatu proses kreatif. Kita ingin melahirkan sebuah karya yang akan tetap ada dan selalu dikenang sebagai heritage masyarakat Betawi yang diestafetkan dari generasi ke generasi,” papar Anna.

Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi Drs. H. Zainudin, menyatakan dukungannya atas gagasan Anna Mariana. “Terus terang saya acungin jompol gagasan Ibu Anna Mariana ikut mempelopori dan mengembangkan kain tenun dan songket Betawi. Untuk itu, Bamus Betawi akan mendukung penuh Ibu Anna dan mendorong warga Jakarta ikut terlibat di dalamnya,” ujar Bang Oding yang akrab disapa.

Rencana produksi dan pengembangan produksi kain tenun dan songket Betawi akan segera dilaksanakan awal tahun 2017. “Pastinya, saya telah siap dari sisi desain, produksi sekaligus juga pelatihan buat para pengrajin kain tenun dan songket Betawi. Saya juga akan menggali dan melakukan riset untuk memperkaya corak, warna dan motif yang akan menjadi ikon kota Jakarta nantinya,” papar Anna.

Acara pertemuan dengan Bamus Betawi, disajikan pula fashion show mini yang dikemas dalam pementasan kolaburasi antara Fashion Dance, Tari, dan Nyanyi oleh Art Director handal Ati Ganda untuk memeragakan kain dan tenun songket hasil karya Anna Mariana selama ini.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed