by

Anna Mariana Dinobatkan Sebagai Tokoh dan Pelopor Tenun Nusantara

-Figure-42 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Setelah Sonny Sumarsono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, mengharapkan Anna Mariana ikut terlibat membantu mengembangkan, mempromosikan dan memperkenalkan kain tenun Betawi melalui desain dan hasil karyanya agar menjadi ciri khas DKI Jakarta ke manca daerah dan dunia, sekaligus Jakarta bisa menjadi kota Mode, minggu lalu.

DR. Hj Anna Mariana S.H, M.H, M.B.A, kembali hari ini, Kamis, 9 Februari 2017, bertempat di Grand Sahid Jaya Hotel, dinobatkan sebagai Tokoh dan Pelopor Perempuan yang memberi inspirasi dan inovasi baru terhadap budaya Betawi, melalui gagasan dan karya ciptanya dalam dunia tenun dan songket Betawi oleh Bamus Betawi dan Forum Pemuda Betawi.

Dalam acara ini, Anna Mariana yang memberikan Orasi Budaya tentang Tenun Songket sebagai Warisan Budaya Nusantara. Kembali mengingatkan, Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, khususnya masyarakat Betawi. Sudah saatnya memiliki dan menciptakan motif-motif tenun dan songket Betawi yang memiliki ciri khas dan corak tersendiri sebagai ikon budaya.

Anna yang sudah menekuni bidang ini lebih dari 33 tahun, mengajak semua komponen warga Jakarta, terutama masyarakat Betawi bersama-sama menciptakan produk handmade sebagai unggulan, bukan hanya berfokus pada kain batik saja baik itu cap, tulis dan printing. Tapi, bagaimana motif kembang-kembang, ondel-ondel ataupun gambar Monas di aplikasikan ke kain tenun termasuk pewarnaannya.

Anna yang sudah mendesian lebih dari 3000 motif dengan beragam jenis benang. Mulai dari benang emas, benang perak, benang katun, benang sutera dan benang kombinasi. Menurut Anna dalam budaya masyarakat Betawi belum pernah ada tenun dan songket, jika serius dikerjakan hasilnya tidak saja akan menjadi haritage budaya Betawi yang dikenal dunia. Tapi dari sisi ekonomi kreatif, akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru yang mandiri.

Karena proses menenun dalam pengerjaannya membutuhkan waktu, serta kesabaran, keuletan dan fokus. Maka tidak heran, jika harga songket menjadi mahal dan bahkan cenderung fantastis dari sisi harganya. Karena kriteria yang dibutuhkan seperti itu, sasaran yang dibidik Anna untuk tahap awal adalah para santriwati maupun santri yang ada di pesantren. Menurut Anna, mereka sudah terlatih tingkat kesabaran, keuletan, dan fokusnya mempelajari ilmu agama.

Anna yang tengah giat mengusulkan adanya peringatan Hari Tenun, seperti Hari Batik, mengungkapkan,”Saya berupaya membujuk mereka yang masih muda-muda, untuk mau berkarya bersama. Saya akan mendidik mereka yang sudah berusia 17 tahun dan sudah hatam Al-Quran. Selain mereka paham ilmu agama, juga pandai ilmu menenun yang bisa jadi bekal mereka untuk mandiri. Karena pekerjaan menenun juga memiliki gengsi karena semua orang belum tentu bisa, sekaligus penghasilan yang memadai,” ujarnya.

image

Acara yang dihadiri Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, suami Anna Mariana yakni H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH.MS.M, menerima penganugrahan anggota kehormatan Pemuda Betawi. Rachmat Hs, Ketua Pembina Forum Pemuda Betawi mengatakan, kegiatan penganugrahan anggota kehormatan yang sudah berjalan ke-13 kalinya ini. Menurutnya, Tjok Agung telah membangun spirit kepemudaan lewat ekonomi kreatif bersama sang istri terhadap pemuda Jakarta, khusus pemuda Betawi,” jelas Rachmat.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed