Angkie Yudistia dan Buku Ketiganya ‘Become Rich As a Socio-preneur’

IMG_20190706_071245-694x525

Urbannews Book | Butuh waktu sekitar 1,5 tahun, Angkie Yudistia, CEO Thisable Enterprise, merampungkan buku ketiganya berjudul ‘Become Rich As a Socio-preneur’. Jika pada buku petamanya, Angkie bicara tentang dirinya, kemudian di buku keduanya bercerita tentang teman disabilitas. Dan, buku ketiganya lebih kepada pengalaman teknis seluk beluk social enterprise.

Dalam buku Become Rich As a Socio-preneur, Angkie berbagi pengalaman dan tips-tips menarik antara berbisnis dan kegiatan sosial (Socio-preneur), untuk generasi muda, terlebih khusus penyandang disabilitas karena mereka juga ingin berusaha memecahkan masalah atas ketidakseimbangan yang terjadi di masyarakat.

Angkie yang kini menggunakan alat bantu dengar tidak membuat dirinya menyerah. Angkie yang telah selesai dengan pendidikan S2, bahkan saat S1 menjadi salah satu mahasiswa yang mendapat peringkat cumlaude, masih terus berusaha belajar tentang isu disabilitas baik dalam skala nasional maupun internasional.

“Waktu itu saya mengikuti program di Bangkok, Thailand. Lalu ke Europe di Strasbourg, Prancis, kemudian ke United States, Washington DC – San Fransisco, Ohio, dan Minessota. Inilah yang memperkaya ilmu pengetahuan tentang perkembangan isu disabilitas secara global,” tukas Angkie, saat peluncuran bukunya di Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Buku Become Rich As a Socio-preneur yang terdiri dari 161 halaman, Angkie melakukan riset, diskusi, membaca buku, dan tentunya berdasarkan apa yang di alaminya tatkala masa-masa berat untuk memahami diri sendiri, sebagai perempuan berkebutuhan khusus (tunarungu). Tapi, ia sadar masih memiliki akal untuk bepikir, mata untuk melihat, dan bibir untuk menyampaikan isi hati.

Angkie sebagai Chief Executive Officer di @thisable.id, seorang istri, dan ibu dari anak-anak, dalam bukunya ia ingin mangatakan bahwa menjadi seorang entrepreneur, apalagi social entrepreneur, memang bukan hal mudah. Tapi, bukan juga sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Memang butuh waktu, kerja keras, termasuk mau terus belajar.

Angkie menambahkan, satu-satunya jalan menjadi kaya tidak hanya dengan menjadi entrepreneur, tapi menjadi socio-preneur salah satu cara lainnya. Keberhasilan sociopreneur tidak hanya dilihat dari profit atau keuntungannya saja, tapi juga dampak yang di hasilkan dari usahanya. Berbisnis sambil membantu orang lain, merupakan suatu kekayaan yang sangat bernilai.

Apa keuntungan menjadi socio-preneur; bisa menjadi leader, bisa mengatur jadwal sendiri, bisa mengatur pendapatan sendiri, membuka lapangan kerja, bekerja sesuai pession, dan berkontribusi mengatasi masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Lantas bagaimana caranya? Temukan jawabannya di buku Angkie terbaru ini, yang sudah bisa diperoleh di Gramedia.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*