by

Ami Awards Dengan Nakhoda Baru, Apakah Lebih Menggigit!

-Music-125 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Perhelatan Ami Awards ke-19 yang akan berlangsung hari Rabu, 28 September 2016 mendatang, sekaligus juga sebagai petanda dimulainya kinerja nakhoda baru Ami Awrads, Dwiki Darmawan, dalam masa bhakti 2016-2020. Dwiki yang menggantikan posisi Tantowi Yahya sebagai Ketua umum Ami Awards, dalam acara sosialisasi ajang penghargaan bagi insan musik dan musisi Indonesia yang digelar di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (22/6) sore, juga secara resmi mengumumkan keseluruhan pengurus baru untuk lima tahun kedepan.

Kepengurusan baru Ami Awards periode 2016-2020 dibawah komando Dwiki Dharmawan sebagai Ketua Umum, deretan Dewan Penasehat diisi oleh Erwin Harahap, Dimas Wahab, Enteng Tanamal, Titiek Puspa, Adi Nugroho, dan TantowinYahya. Sementara, Board of Director bercokol Seno M. Hardjo, ImammSastrosatomo, Dian Hadi Pranowo, Once Mekel, William Chow, Toto Widjojo, dan David Karto. Untuk General Manager, Satria ‘Aden’ Dharma.

imageAMI atau Anugerahan Musik Indonesia yang ditasbihkan sebagai ajang penghargaan tertinggi di dunia musik dalam negeri, selalu memunculkan kontroversi dalam gelarannya yang terekam dalam berita-berita yang muncul baik lewat sosmed atau sekedar obrolan lewat warung kopi. Terutama, soal penempatan yang pas atau cocoknya sebuah band atau penyanyi masuk dalam kategori yang mana.

Sekedar contoh, tiga tahun yang lalu nominasi Kategori Artis Solo, Duo/Grup Punk Terbaik, terselip satu nama yang enggak punk, yakni Tor. Padahal saat itu, di nominasi tersebut ada grup-grup lainnya seperti Superman Is Dead, Boyshate Summer, Falling Forward hingga Spot. Seperti yang dilansir Majalah Rolling Stone Indonesia saat mewawancarai vokalis sekaligus gitaris TOR, Warman Nasution sendiri mengungkapkan kebingungannya ketika dikabarkan “Lorem Ipsum” lagu miliknya dikategorikan sebagai punk.

Belum lagi, begitu sulitnya mencari akses informasi seputar kegiatan penyelenggaraan Ami Awards setiap tahunnya. Di era digital dan dijaman melanial saat ini, Website Ami Awards tidak ditangani secara serius alias tidak updating sebagai sumber informasi. Misal, bagaimana persyaratan untuk ikut Ami Awards, pendaftaran secara online, siapa saja juri yang menilai, dan sebagainya, baik penyelenggaraan tahun sebelumnya atau yang baru akan digelar.

Ya! Semoga saja di kepengurusan yang baru dengan komando Dwiki Dharmawan, jauh lebih tertib dan rapih. Apalagi, kalu melihat tema yang diusung kali ini “Ami Awards goes to digital”, persoalan yang sederhana seperti diatas bisa diperbaiki. AMI atau Anugerahan Musik Indonesia yang ditasbihkan sebagai ajang penghargaan tertinggi di dunia musik dalam negeri, benar-benar mendapat apresiasi tertinggi dari para pelaku industri musik itu sendiri, maupun masyarakat penikmat musik. Bravo Ami Awards!|Edo (Foto Nando)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed