by

Album Symphonesia; Persembahan Erwin Gutawa Untuk Musik & Musisi Indonesia

-Music-255 views

Urbannews | Sebagai salah satu artefak kultural non benda, musik merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban yang selalu tidak pernah lekang oleh waktu dan terus berevolusi seturut perkembangan zaman. Musik atau lagu, khususnya yang populer, selalu mengingatkan akan masa kebintangan pelantunnya dan penciptanya.

Musik melalui kekuatan liriknya memiliki kemampuan untuk mengekspresikan perasaan, keindahan, serta pengalaman sosial pengarangnya sehingga tidak jarang orang yang menyukai lagu tertentu merasa bahwa ia memiliki kenangan tersendiri yang terwakili oleh lirik lagu tersebut.

Untuk itu, karya-karya hebat musik atau lagu sebagai artefak sebisa mungkin ada yang mengumpulkan kembali dari keterceceran, kemudian menjaganya serta merawatnya agar tetap bersinar dan bermanfaat. Memutar kembali kenangan lama, sebagai bagian dari sebuah kesadaran melakukan dokumentasi literasi.

Nah! Erwin Gutawa, musisi yang dikenal juga sebagai konduktor serta orkestrator kebanggaan Indonesia ini, melakukannya dengan menghadirkan sebuah album berjudul “Symphonesia”. Dalam album ini, Erwin memilih beberapa lagu populer Indonesia yang digubah kembali ke dalam format instrumental orkestra simfonik.

Album berisikan 8 lagu ini, dimana 4 lagu telah dirilis dalam bentuk single – “Pelangi di Matamu”, “Menghitung Hari”, “Bukan Cinta Biasa”, “Kala Sang Surya Tenggelam”, kemudian tambahan “Firasat”, “Di Dadaku”, “Alamat Palsu”, dan “Memori”, akan  dirilis secara digital pada 5 Maret 2021, sekaligus menyambut Hari Musik Nasional yang dirayakan empat hari kemudian.

Lagu–lagu tersebut dipilih oleh Erwin karena melodinya yang indah dan sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. “Dalam sebuah karya instrumentalia, melodi adalah unsur penting, harus dapat bercerita karena tidak ada lirik”, tutur Erwin Gutawa.

Hasilnya, lagu-lagu yang sudah dikenal terlebih dahulu ini mendapat sensasi baru dan berbeda dalam album SYMPHONESIA. Musik orkestra simfonik, dengan sentuhan aransemen dari Erwin Gutawa, pun memperkuat rasa dan kemegahan setiap lagu.

Dalam proses rekaman, Erwin Gutawa berkolaborasi dengan 60 musisi orkestra di Vienna, Austria yang tergabung dalam Synchron Stage Orhcestra. Vienna dikenal sebagai kota musik dan “gudang” dari musisi orkestra, ditambah lagi, terdapat sebuah studio rekaman kelas dunia, Synchron Stage Vienna, yang sangat modern dan sedang naik daun pada beberapa tahun terakhir karena digunakan juga untuk tempat berproduksi scoring film-film besar, termasuk di dalamnya ada karya dari komponis Hans Zimmer.

Rekaman Album SYMPHONESIA dilaksanakan sebelum masa pandemi, pada tahun 2018-2019. Dalam proses rekamannya, Erwin dibantu oleh konduktor tetap Synchron Stage Orchestra, Johannes Vogel, serta concertmaster Dimitrie J. Leivici dan Marina Dimitrova yang pernah terlibat dalam produksi berbagai film Box-Office Hollywood.Proses mixing kemudian dilanjutkan oleh Eko Sulistyo di Jakarta dan mastering dipercayakan kepada Simon Gibson, sound engineer ternama dari Abbey Road Studio, London, Inggris.

Album SYMPHONESIA merupakan sebuah usaha dari Erwin Gutawa yang selalu ingin terus menggali kekayaan budaya Indonesia. Sebuah penghormatan terhadap karya lagu hebat, serta penciptanya, yang pernah lahir di tanah air. Selain itu, walaupun musik orkestra simfonik cukup identik dengan budaya barat, Erwin terus konsisten untuk menghadirkan musik orkestra simfonik yang kental “ber-Indonesia” serta memajukan musik orkestra simfonik Indonesia ke khalayak lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

SYMPHONESIA

Orkestrasi: Erwin Gutawa

Produser: Erwin Gutawa & Gita Gutawa

“Memori” – Cipt. Oddie Agam, Dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya

“Bukan Cinta Biasa” – Cipt. Bebi Romeo, Dipopulerkan oleh Afgan

“Alamat Palsu” – Cipt. Dadan Ind, Dipopulerkan oleh Ayu Ting Ting

“Pelangi Di Matamu” – Cipt. Azis MS, Dipopulerkan oleh Jamrud

“Firasat” – Cipt. Dewi Dee Lestari, Dipopulerkan oleh Marcell

“Di Dadaku Ada Kamu” – Cipt. Dodo Zakaria, Dipopulerkan oleh Vina Panduwinata

“Kala Sang Surya Tenggelam” – Cipt. Guruh Sukarnoputra, Dipopulerkan oleh Chrisye

“Menghitung Hari” – Cipt. Melly Goeslaw, Dipopulerkan oleh Krisdayant

Produksi: GUT Records 2021

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed