by

Akon sang Ikon R&B Terangi Desa Tertingal di Indonesia

-Companies-90 views

IMG_20170309_000610

Jakarta, UrbannewsID.| Penyanyi R&B asal Senegal bernama lengkap Aliaune Damala Akon Thiam membantu terangi suku anak dalam, orang rimba dan komunitas adat terpencil di Indonesia. Lewat program sosial “Akon Lighting” yang meliputi penyediaan instalasi peralatan pembangkit listrik tenaga matahari di tiap rumah dan sosialisasi penghematan energi, Indonesia menjadi target kerjasama pertamanya di Asia.

Penyanyi yang populer lewat tembang Smack That, Mamma Africa dan Lonely, program sosial Akon Lighting sudah digelutinya sejak tahun 2013. Mengalirkan listrik dari rumah ke rumah di 5 negara sudah selesai dan 20 negara masih berjalan yang semuanya berada di kawasan Afrika. Bekerjasama dengan Kementerian Sosial bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Yayasan Dwiyuna Jaya Foundation dapat berjalan dengan baik.

“Sebuah solusi untuk mengatasi daerah yang sangat sulit terjangkau Pemerintah, terutama jika harus menarik kabel listrik yang begitu panjang dan mahal. Kerjasama dengan Akon Lighting menjadi sangat penting, karena listrik yang dihasilkan tidak akan membebani karena mengandalkan cahaya matahari. Tidak perlu membayar setiap bulannya, dan bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya,” ucap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat penandatanganan MoU di Gedung Kemensos, Rabu (8/3).

Mentei Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo pun sangat menyambut baik ajakan Kemensos, program Akon Lighting sangat membantu suku anak dalam dan daerah tertinggal di Indonesia. “Semoga saja, kepedulian selebriti seperti Akon ini, bisa mengajak filantropis serta perusahaan-perusahaan lainnya ikut tergerak membantu menerangi desa-desa tertinggal yang sulit dijangkau di indonesia,” ujar Eko.

Sementara, Dwiyuna Jaya dari Yayasan Dwiyuna Jaya Foundation sebagai partner Akon Lighting di Indonesia menuturkan, masa transisi keterbukaan Suku Anak Dalam menerima modernitas yang dilakukan Kemensos selama 2 tahun sudah berjalan dengan dengan baik. Mereka sudah mendapatkan hunian yang layak, guru pengajar, dan kini penerangan listrik. “Mudah-mudahan target sekitar 3 bln dari mulai survey sampe jadi, satu titik pemukiman sekitar 35-40 rumah bisa terterangi,” jelas Dwiyuna.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed