by

Ada Sesal & Asa di Film Jeritan Malam

-Movie-111 views

IMG_20191210_100603-600x734

Urbannews Film | Film Jeritan Malam produksi Soraya Intercine Films yang diangkat dari thread populer Kaskus, berbeda dari film horor kebanyakan yang cenderung mengedepankan rasa ketakutan tanpa jeda. Jeritam Malam yang disutradarai Rocky Soraya, skenario ditulis oleh Ferry Lesmana dan Donny Dhirgantoro, serta dibintangi Herjunot Ali, Cinta Laura, Winky Wiryawan, dan Indra Brasco, ada dua hal cukup menarik jika dicermati lebih dalam, yakni; ada sesal sekaligus juga asa.

IMG_20191210_100534-800x468-600x351

Film yang bakal tayang 12 Desember mendatang diseluruh bioskop tanah air ini, bercerita tentang seorang pemuda bernama Reza (Herjunot Ali) yang tidak percaya terhadap hal-hal berbau ghaib. Dia mengedepan realitas di banding hal yang tidak masuk akal atau mustahil (absurd), walau kenyataannya sang Ayah penganut ajaran kejawen (kebatinan). Dimana, banyak simbol “laku” dirumah berupa perangkat seperti keris, wayang, pembacaan mantra, penggunaan bunga-bunga yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya.

Sesal kemudian tak berguna!

Reza yang menolak bekerja dengan Ayahnya, termasuk meneruskan filsafat kejawen, memutuskan untuk mandiri dengan menerima tawaran tugas kerja pada perusahaan yang berada di Jawa Timur. Keputusannya ini, mengingat dari sekian lamaran baru perusahaan ini yang menirimanya. Ditambah lagi, ia bersiap ingin segera menikahi pujaan hati yang sangat dicintainya yaitu Wulan (Cinta Laura). Setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya, juga izin dari Wulan sang pacar walau berat hati, Reza pun berangkat menuju stasiun kereta api.

Sebelum masuk ke gerbong kereta, Reza diminta oleh sang Ayah menyimpan dan membawa keris pusaka Kujang, senjata khas Prabu Siliwangi dari tataran Sunda. Ayahnya yang diperankan Roy Marten, berpesan bahwa pusaka ini melindungi, membela, dan membantu Reza ditempat tinggal barunya di Jawa Timur. Reza yang semula menolak karena tidak percaya hal berbau mistis, akhirnya terpaksa di terima untuk menghargai orang tuanya. Sejurus kemudian, sampailah Reza ke tempat tugas barunya, dan menempati sebuah mess perusahaan.

Reza pun disambut hangat oleh pegawai lama yang menempati mess tersebut, dan akhirnya mereka bersahabat, yaitu Indra (Wingky Wiryawan), Minto (Indra Brasco), dan penjaga mess Dikin (Fuad Idris). Setelah hari demi hari berada di mess, Reza mulai mengetahui adanya berbagai macam kejadian menyeramkan ditempat tinggalnya dari cerita ketiga sahabatnya itu. Ketidakpercayaan Reza terhadap hal-hal yang berbau ghaib, membuat ia penasaran dan mengajak sahabatnya itu menggali sejarah masa lalu apa yang terjadi di mess tersebut.

Dalam proses pemcariannya, justru berbagai macam kejadian menyeramkan mulai terjadi, baik menimpa Indra dan Minto, bahkan dirinya. Dan, yang paling membuat Reza kesal, marah sekaligus penasaran, tatkala kekasihnya Wulan berkunjung ke mess dibuat ketakutan. Pasalnya, mahluk ghaib di mess tersebut menyerupai Reza yang menyeramkan. Sampai akhirnya Wulan memutuskan hari itu juga kembali ke Bogor, walau Reza menahannya.

Dalam kekecewaan dan kemarahannya, Reza mencoba untuk membuktikan kepada para sahabatnya bahwa hal-hal yang berbau ghaib itu tidak ada. Tapi, untuk membuktikan kebenarannya dan menggali sejarah masa lalu di mess itu, Reza akhirnya melakukan sebuah ritual yang seharusnya tidak dilakukan. Tanpa Reza sadari, ternyata ia terjebak dalam ritual yang bersekutu dengan setan. Dan, Reza menerima tanpa syarat 3 tumbal untuk melihat masa lalu, itu menjadi kesalahan terbesarnya.

Dalam dimensi yang berbeda, Reza di perlihatkan kejadian sejarahnya. Tapi, satu persatu kesepakatan tumbalnya tewas mengenaskan ditunjukan, mulai dari Indra, Minto, sampai kekasih hati Wulan pun menjadi korban atas prilaku Reza yang sombong dan menantang, bahwa tidak ada kehidupan lain didunia selain manusia. Ketidakpercayaan Reza terhadap dimensi supranatural telah membawa petaka bagi dirinya, termasuk merenggut orang-orang terkasih. Sesal kemudian memang tak lagi berguna. Tapi, cerita film ini membawa penonton untuk memetik pelajaran, ada hikmah dari setiap kejadian untuk kita mawas diri dan bersujud kehadapan Tuhan.

Ada asa (Harapan) di film Jeritan Malam

Film Jeritan Malam berdurasi 119 menit, Rocky Soraya selaku sutradara, tidak saja piawai mengaduk emosi penonton lewat ketegangan bahkan juga tertawa dengan tingkahpolah kocak karakter Minto yang diperankan Indra Brasco. Lewat konsep cerita storytelling, Rocky ingin mengajak pula penonton untuk memahami alur cerita sesuai interprestasinya masing-masing. Narasi tentang film bukan hanya sekedar hiburan tapi juga tuntunan, cukup tersampaikan di akhir cerita oleh karakter Reza yang sangat menyesal.

Tidak Hanya itu, keseriusan Rocky perlu diacungi jempol dalam proses produksi film Jeritan Malam. Mulai dari syuting yang memakan waktu 54 hari bersama ratusan kru, pemain dan juga pemeran tambahan. Lokasi syuting yang dilakukan diberbagai tempat untuk kebutuhan real set yang sesuai cerita. Dan, menurut Rocky ini untuk menjaga originalitas dan keaslian cerita. Bahkan, konon katanya Rocky pun harus menutup stasiun kereta api selama satu hari. Tidak heran, biaya produksi film horor ini cukup mahal yakni menelan biaya puluhan milyar.

Ada ungkapan, bahwa yang mahal tidak akan membohongi hasil kualitas yang baik. Sejatinya, para sineas mulai berfikir menelurkan karya berkualitas, mulai dari alur cerita, latar tempat pengambilan gambar serta artis pemeran yang pas, untuk menghasilkan sebuah tayangan yang menarik untuk ditonton. Film Jeritan Malam pembutannya tampaknya digarap dengan serius, hal ini terlihat dari hasil gambar yang sangat bagus. Rocky Soraya mencoba melakukan itu, untuk mendapatkan originalitas cerita. Semoga saja, ada asa (harapan) lahirnya sineas muda yang menjunjung tinggi profesional dengan hasil film mumpuni dan berkualitas.| Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed