by

60 Tahun Tiga Dara Dalam Film, Album Musik dan Konser

-Music-95 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Bicara soal film tidak bisa sepotong-sepotong, harus lengkap, karena didalamnya banyak unsur (elemen) yang melekat. Bicara film, bukan hanya soal visual semata yang merekam adegan, karakter pemain atau sinomatografinya saja. Tapi, keberadaan musik (scoring atau soundtrack) menjadi salah satu poin penting dalam membangun emosi serta memperkuat cerita yang ada. Musik memberikan roh, agar film itu hidup dan bernyawa.

Kehadiran musik dalam sebuah film bukan sekedar tempelan. Buktinya, dari dulu hingga sekarang ada banyak film yang memiliki tema musik yang sangat khas. Ketika pertama kali mendengarkannya, kita akan tahu film apa yang sedang dimainkan. Tengok saja, musik khas film The Pink Panther rilisan tahun 1963 yang juga dipakai di film Warkop, atau yang paling melegenda musik tema khas Mission Impossible. Ini adalah bukti jika musik merupakan bagian penting dalam sebuah film.

image

Maka, lahir pula film-film yang mengetengahkan genre drama musikal. Seperti, film Tiga Dara karya bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail tahun 1956 yang sangat fenomenal. Musik dan lagu-lagu indah nan abadi pada film ini diciptakan 3 komponis legendaris Indonesia, yakni Saiful Bahri, Oetjin Nurhasjim, serta Ismail Marzuki. Tak mengherankan jika film Tiga Dara mendapat penghargaan Piala Citra untuk kategori Musik Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 1960.

60 tahun sudah film Tiga Dara berikut karya musik para maestro ini berlalu. Karya legandaris yang menjadi harta karun tak ternilai harganya, sekaligus dokumen sejarah mercusuar dunia sinema maupun musik Indonesia. Film yang direkam diatas pita seluloid 35mm, memang sangat rentan terhadap iklim dan cuaca, serta menuntut perawatan dan sistem penyimpanan yang prima. Melihat kondisi tersebut, SA Films berinisiatif untuk merestorasi film ini untuk dapat dinikmati kembali oleh generasi muda Indonesia.

image

Begitu pula, dalam perjalanan proses restorasi film, ditemukan fakta bahwa dalam kurun waktu tersebut perusahaan rekaman Dendang merilis beberapa lagu original soundtrack dalam format piringan gramafon 78 rpm (shellac). Fakta ini menunjukkan bahwa lagu-lagu dalam film ini begitu populer dan penting untuk dirilis waktu itu, sehingga memberikan motivasi untuk juga merestorasi album musiknya. Akhirnya, Alex Sihar (SA Films) bersama David Tarigan (DeMajors) menyelamatkan harta karun ini.

David Tarigan yang bertanggungjawab sebagai A&R dalam proyek ini, kemudian menunjuk Indra Perkasa, Mondo Gascaro, Bonita & the hus BAND, dan Deredia untuk membuat aransemen baru dari sepuluh lagu dari album original soundtrack asli. Indra Perkasa kemudian melibatkan Aimee Saras, Aprilia Apsari, Bonita, Anda Perdana, Monita Tahalea, Indra Aziz, dan Danilla Riyadi, Louise Deredia, Alsant Nababan dan Nesia untuk menyanyikan ulang.

Ditangan anak-anak muda kreatif, kebesaran karya klasik Tiga Dara tidak hanya berhenti sampai merestorasi filmnya dan juga merekam ulang karya musiknya. Mereka pun mempersembahkan gelaran konser bertajuk “60 Tahun Tiga Dara” di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2016 dengan orkes pengiring Gadgadasvara pimpinan Indra Perkasa. Lagu-lagu dari film Tiga Dara kembali mengisi ruang rindu para penggemarnya yang kini dilantunkan oleh penyanyi dan grup musik masa kini.

image

Guna memperkuat konser 60 Tahun Tiga Dara, dihadirkan pula musik dan lagu-lagu untuk film terbaru besutan Nia Dinata “Ini Kisah Tiga Dara”. Lagu-lagu yang dibuat oleh Aghi Narottama dan Bemby Gusti, dengan lirik ditulis oleh Nia Dinata, Lucky Kuswandi, Ioannis Papadimitriou dan Reuben Elishama, akan dinyanyikan sendiri oleh pemerannya masing-masing, yakni Tara Basro, Tatyana Akman, Reuben Elishama, dan tentu saja penampilan Istimewa dari sang legenda Titiek Puspa.

Sayang, gelaran konser 60 Tahun Tiga Dara yang sejatinya menjadi sebuah momen penting untuk mengingatkan bangsa Indonesia memiliki komposer hebat, sekaligus juga sebagai catatan pendokumentasian perjalanan sejarah film dan musik Indonesia, hanya digelar satu kali pertunjukan. Menurut David Karto dari DeMajors, konser yang dipersiapkan sekitar 40 hari ini, tiket yang disediakan sebanyak 800 tiket ludes terjual dalam tempo satu minggu. Melihat apresiasi yang ditunjukan dalam gelaran konser ini, sebaiknya juga digelar dikota-kota lainnya. Selamat para sahabat, bravo film dan musik Indonesia!|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed